Kakek Sitir Nekat Akhiri Hidupnya dengan Menyetrumkan Diri ke Listrik

by
OLAH TKP - Anggota Polsek Sragi bersama Tim Identifikasi tengah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

KAJEN – Seorang kakek, Sitir (79) warga Desa Bulaksari Kecamatan Sragi, nekad mengakhiri hidupnya bunuh diri dengan menyetrumkan badannya ke listrik di kamar rumahnya, Rabu (20/01/2021).

Data dihimpun, korban ditemukan sekira pukul 10.00 wib di rumahnya Dukuh Condongsari, Desa Bulaksari Kecamatan Sragi. Saat itu salah satu keluarganya hendak menengok Sitir yang sedang berada di dalam rumah. Saat tiba di rumah korban, pintu depan rumah dalam keadaan terbuka. Ia pun kemudian masuk ke rumah.

Saat berada di dalam rumah, saksi langsung menuju kamar korban yang terbuka. Namun ia tersentak kaget melihat korban sudah tak bernyawa dalam kondisi tengkurap. Di lokasi ditemukan korban terdapat rangkaian aliran listrik yang ujungnya terdapat 2 buah paku disambung dengan besi aluminium panjang 30 cm. Alumunium itu menempel di bagian leher korban. Melihat kejadian itu, saksi memberitahukan anggota keluarga lainnya dan selanjutnya bersama-sama mendatangi lokasi. Saat di lokasi, anggota keluarga mencabut stop kontak yang masih menempel di aliran listrik. Melihat kejadian itu, keluarga korban melapor ke pihak kepolisian.

Wakapolsek Sragi, Iptu Slamet, ketika dikonfirmasi membenarkan. Menurutnya, anggota yang mendapat laporan langsung menuju lokasi untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Sragi 1 bersama tim Olah TKP Polres Pekalongan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Petugas menemukan bekas luka bakar di leher akibat dari tegangan listrik.

Sedangkan menurut keterangan anak kandung korban sebelumnya mengalami depresi karena satu bulan yang lalu anak telah meninggal dan mempunyai riwayat penyakit lambung. Sebelumnya ada saksi yang melihat korban hendak melakukan bunuh diri dengan cara menempelkan bambu dengan aliran listrik tegangan tinggi namun berhasil di cegah oleh warga.

“Dari pemeriksaan diduga korban meninggal karena bunuh diri dengan cara menyetrumkan diri dengan aliran listrik yang sudah di rangkai. Sedangkan pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilaksanakan aoutopsi dan selanjutnya Jenazah korban di serahkan kepada keluarga korban, ” katanya. (Yon)