Kisah-Kisah Sedih Itu Kini Sudah Tak Lagi Terdengar

by
TUNJUKAN - Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Tirto, Triono, saat menunjukan pompa yang berfungsi membuang genangan dari air hujan. Gotong-royong warga membangun parapet, membuahkan hasil. Wilayah tersebut kini bebas dari banjir.

*Cerita Warga Tirto Bebas dari Banjir

KOTA – Pemandangan tak biasa di wilayah RT 3 RW 1 Kelurahan Tirto. Kesibukan seputar evakuasi, warga yang mengungsi, permintaan bantuan, rumah yang ditinggalkan dan kisah-kisah sedih lain sudah tak lagi terdengar. Di tepi Sungai Bremi, di Posko Jogo Kali, warga setempat justru tengah menikmati suasana mendung siang itu. Anak-anak berlarian, warga lainya juga sibuk beraktivitas seperti biasa.

Wilayah yang sebelumnya selalu menjadi yang pertama tergenang setiap kali hujan deras mengguyur Kota Pekalongan, kini justru terlihat kering. Padahal, dalam dua hari terakhir hujan dengan intensitas tinggi terjadi yang menyebabkan banjir merendam sejumlah kelurahan.

Jika mengenang satu tahun ke belakang, dalam situasi musim hujan yang mulai hadir seperti saat ini warga dipastikan mulai diliputi kecemasan. Hati mereka tak tenang setiap hujan deras mengguyur. Bagaimana tidak, cukup satu jam turun hujan dengan intensitas tinggi maka mereka sudah bersiap mengungsi.

Kisah-kisah sedih lainya kemudian mulai saling menyusul. Tengah malam mereka harus berpindah ke lokasi pengungsian. Terpaksa tidur dan berkegiatan di sana. Rumah harus ditinggalkan dengan segala kondisi yang belum tentu aman. Mereka selalu menunggu suplai bantuan, orang tua dan anak-anak harus dibantu untuk keluar dari kepungan banjir.

Pemandangan dan kepanikan itu terakhir kali dirasakan warga setempat awal tahun 2020 lalu. Kini mereka dapat bernafas lega dan tak selalu diliputi kecemasan tiap musim hujan tiba. Situasi tersebut tak tiba-tiba tercipta, namun merupakan buah dari gotong royong yang digalakan oleh warga.