Nama Wali Kota Dicatut untuk Dugaan Aksi Penipuan

by

KOTA – Beredar akun WhatsApp yang mencatut nama Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz. Akun tersebut menggunakan foto profil Wali Kota dan digunakan untuk dugaan tindakan penipuan dengan modus akan memberikan donasi kepada Yayasan atau lembaga dengan meminta nomor rekening Yayasan atau Lembaga tersebut.

Pemerintah Kota Pekalongan melalui akun Instagram resminya @pemkotpekalongan pada Rabu (20/1/2021) menginfokan bahwa akun WhatsAap yang mengatasnamakan Wali Kota Pekalongan adalah akun palsu.

Dalam rilis yang dikirimkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan, disertakan beberapa tangkapan layar akun yang diduga penipu tersebut. Dalam tangkapan layar pertama, terdapat profil WhatsApp dengan foto profil Wali Kota Pekalongan. Nomor yang tercantum adalah +6283193961309 dengan nama profil HM Saelany Machfudz SE.

Pada tangkapan layar selanjutnya, terdapat satu percakapan dengan salah satu pengurus komunitas keagamaan di Kota Pekalongan. Dalma percakapan itu, akun yang mengaku sebagai wali kota menyatakan ingin memberikan bantuan kepada komunitas tersebut. Pada tangkapan layar yang ketiga, justru muncul akun lain yang mengaku sebagai sekretaris wali kota dan terlibat percakapan dengan orang yang sama. Dalam percakapan, akun tersebut mengaku ingin memastikan nomor rekening yang telah diterimanya benar.

Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Yos Rosyidi SIP MSi meminta masyarakat Kota Pekalongan untuk waspada dengan berbagai modus penipuan yang mengatasnaman pejabat publik baik melalui SMS, WhatsApp maupun Facebook. “Ya hari ini telah terjadi dugaan penipuan yang mencatut nama Wali Kota Saelany melalui WhatsApp. Modus penipuan tersebut dengan iming-iming mau memberikan bantuan ke gereja,” terang Yos.

Disampaikan Yos bahwa selain akun atas nama Wali Kota Saelany juga ada nomor Whatsapp lain yang mengatasnamakan sekretaris wali kota untuk penipuan serupa.

“Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan agar selalu cek dan ricek kepada pejabat terkait apabila menerima sms, chat maupun telepon yang isinya mencurigakan,” pesan Yos.(nul)