Warga Diminta Waspada Bencana Alam

by
BANJIR - Sejumlah wilayah di beberapa kecamatan di Kabupaten Kendal dilanda banjir dengan ketinggian genangan bervariasi antara 10 sentimeter hingga 50 sentimeter.

“Harus dilakukan normalisasi di dua avur itu. Minggu depan kami datangkan alat untuk normalisasinya,” saat meninjau lokasi terdampak banjir.

Sugiono menyatakan, DPUPR Kendal sudah koordinasi dengan pemerintahan desa terkait rencana normalisasi tersebut. Kepala desa akan mensosialisasikan kepada warganya terkait dengan endapan lumpur yang mungkin mengganggu aktifitas warga.
“Banjir itu disebabkan hujan lokal dan kerap terjadi setiap tahun,” terangnya.

WARGA WASPADAI BENCANA ALAM

Diakhir tahun 2020 di wilayah Kabupaten Kendal sudah mulai terlihat turunya air hujan walau belum sering terjadi hujan, namun memasuki awal tahun 2021 sudah mulai terlihat seringnya terjadi hujan yang merata di wilayah Kabupaten Kendal. Hal itu mengindikasikan saat ini telah memasuki musim penghujan, dan bahkan hujan yang mengguyur di wilayah Kabupaten Kendal nampak ekstrim yang ditandai dengan lamanya waktu saat hujan disertai dengan angin kencang. Mengingat kondisi seperti ini, dikhawatirkan akan terjadi banjir akibat dari luapan air sungai yang berada di wilayah Kabupaten Kendal, dan tanah longsor akibat derasnya air hujan yang mengguyur di wilayah Kendal atas seperti daerah Sukorejo, Boja, Patean, Singorojo, Limbangan, dan Plantungan.

“Kepada warga Kendal agar tetap selalu waspada dengan ancaman bencana alam di lingkungannya masing-masing, karena musim penghujan tahun ini cukup ekstrim yang dapat menimbulkan bahaya banjir, tanah lonsor dan lain sebagainya,” kata Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Kendal Moh Toha. (lid)