29 Orang Meninggal Usai Disuntik vaksin Covid-19, Pemerintah Diminta untuk Berhati-hati

by
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima suntikan vaksin Covid-19 pertama kali di Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Foto Repro Youtube/pojoksatu

Politisi PDI-Perjuangan Rahmad Handoyo meminta pemerintah berhati-hati dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Hal itu berkaca pada 29 orang di Norwegia meningal dunia usai disuntik vaksin Covid-19 Pfizer BioNtech.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI itu dalam keterangannya seperti diberitakan PojokSatu.id, Senin (18/1/2021).

“Bila di belahan negara lain ada kejadian seperti Norwegia, pemerintah perlu mempertimbamgkan kejadian di luar negeri,” ujarnya.

Karena itu, Rahmad menekankan perlunya asas kehati-hatian dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Sebab, keselamatan manusia merupakan tugas paling tertinggi yang harus dilakukan pemerintah.

“Dimohon azas kehati-hatian, azas keamanan, azas efektifitas menjadi parameter utama,” terangnya.

“Termasuk di dalamnya adalah kita harus melihat fakta yang di lapangan, kalau memang itu berisiko ya saya kira bisa di pertimbangkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Rahmad juga meminta pemerintah untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan farmasi lain dalam kebutuhan vaksin Covid-19.

“Perlu dibuka opsi kerja sama dengan yang lain, jangan hanya tergantung pada satu dan dua perusahaan farmasi saja,” jelasnya.

“Saya hanya berharap meskipun negara kita bangsa membutuhkan vaksin, kita tidak boleh kalah kerja sama, harus win-win, sejajarlah posisinya,” tekan dia.

Kendati demikian, anak buah Megawati Soekarnoputri ini menegaskan mendukung vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kita harus dukung program pemerintah demi kebaikan semu dalam memutus mata rantai Covid-19,” pungkas Rahmad. (muf/pojoksatu)