Kota Pekalongan Akhirnya Terapkan PPKM

by
Ketua Satgas Covid-19 yang juga Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz.

KOTA – Kota Pekalongan akhirnya memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ketua Satgas Covid-19 yang juga Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz menerbitkan Surat Edaran dengan Nomor 443/0001/2021 tentang Pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan.

“Terkait PPKM sebetulnya Kota Pekalongan tidak masuk dalam SE Gubernur Jateng, tetapi pemberlakuan PPKM yang akan kami mulai hari ini kami tindaklanjuti sebagai upaya kewaspadaan dan kehati-hatian kami agar kasus penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan ini tidak semakin meluas dan semakin bertambah,” tegasnya.

Menurutnya, SE Wali Kota terkait pemberlakuan PPKM di Kota Pekalongan akan ditandatangani hari ini juga sehingga pihaknya meminta seluruh masyarakat di Kota Pekalongan dapat mendukung dan mematuhi kebijakan tersebut demi kebaikan bersama dan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Penerapan PPKM di Kota Pekalongan sendiri akan berlaku hari ini hingga 25 Januari 2021 mendatang dengan pembatasan sejumlah kegiatan di berbagai sektor baik sektor perdagangan, perkantoran,pendidikan,institusi pemerintah, keagamaan, kegiatan sosial, pariwisata,dan sebagainya.

Dimana, kegiatan perkantoran dapat beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan pengurangan jam kerja yang dibatasi mulai pukul 08.00-14.00 (Hari Senin-Kamis) dan pukul 08.00-11.00(Hari Jumat) dan menerapkan Work From Home (WFH) bagi pegawai yang sakit,beresiko tinggi maupun ibu hamil. Untuk jam buka pusat perbelanjaan dan rumah makan/restoran dibatasi hingga pukul 20.00 WIB sedangkan cafe/kegiatan sejenis sampai pukul 21.00 dengan penerapan prokes ketat. Tentunya, penerapan jam operasional ini dibarengi juga dengan sanksi jika para pemilik usaha kedapatan melanggar aturan.

Disamping itu, dalam SE tersebut juga berisikan bahwa di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar di semua tingkatan (TPQ,Madin,TK/RA,SD/MI,SMP/MTS,SLTA/MA, Perguruan Tinggi) dilakukan secara daring/online. Sedangkan, untuk kegiatan ibadah keagamaan dapat dilakukan berjamaan dengan pembatasan kuota 50% dari kapasitas yang tersedia dan menerapkan prokes ketat. Untuk sektor tempat hiburan/karaoke wajib tutup dan pasar rakyat diberlakukan pembatasan kapasitas dan jam operasional hingga pukul 17.00, sementara untuk sektor pariwisata dan kegiatan hajatan dibatasi jumlah tamu/pengunjung yang hadir paling banyak 30% dari kapasitas ruang/tempat.

“Kami berlakukan PPKM ini semata-mata untuk perlindungan masyarakat secara luas dan tidak ingin kebobolan kasus lonjakan Covid-19 lagi. Mengingat, pada awalnya Kota Pekalongan pernah dalam zona hijau kemudian berubah mejadi zona kuning, orange dan sekarang zona merah kembali. Sehingga,kami meminta masyarakat tidak boleh lengah dan lelah mematuhi prokes yang ketat,” jelasnya. (nul)