Pengajuan IUMK Mendominasi selama 2020

by
Drs Supriono MM Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan

KOTA – Selama tahun 2020, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekalongan telah menerbitkan 9.115 perizinan melalui sistem perizinan tunggal atau Online Single Submission (OSS)

Dari jumlah izin sebanyak itu, didominasi oleh penerbitan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK). Angkanya mencapai 7.199 izin atau sebesar 79,9 persen dari total izin yang telah diterbitkan. “Angka ini mengalami lonjakan sampai 422 persen kenaikannya dibandingkan tahun 2019 lalu,” ungkap Supriono, Rabu (13/1/2021).

Disampaikan Supriono, penerbitan izin di tahun 2020 memang melonjak drastis dibanding tahun 2019 yang mencapai 2.062 izin. Menurutnya, tingginya jumlah izin tersebut disebabkan adanya bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat bagi UMKM yang terdampak pandemi. Syarat untuk mendapat bantuan UMKM itu salah satunya adalah memiliki IUMK.

Supriono menjelaskan, DPMPTSP sendiri saat ini telah melayani 99 jenis izin yang dikelompokkan dalam 13 sektor dan telah menerapkan sistem OSS secara maksimal.

Ditambahkan Supriono, selain dari sektor UMKM yang paling banyak mendominasi penerbitan izin di tahun 2020, sektor lain juga turut andil diantaranya sektor kesehatan sebanyak 840 izin (9,2 persen), sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat sebanyak 616 izin (6,8 persen) dan sektor perdagangan sebanyak 369 izin (4,0 persen).

Seluruh izin yang diterbitkan DPMPTSP itu, kecuali izin kesehatan, tidak memiliki batas masa berlaku selama tidak beralih fungsi maupun terjadinya perubahan volume usaha.

“Izin di sektor kesehatan disesuaikan dengan Surat Tanda Registrasi yang diatur oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dinas Kesehatan setempat sebagai pemangku regulasinya. Sehingga, jika STR sudah tidak berlaku, maka pemohon harus mengajukan perpanjangan izin usaha di sektor kesehatan nya kembali,” pungkas Supriono. (way)