Awal Tahun Sudah Ada Ada Tiga Titik Longsor

by
TUTUP JALAN: Tebing setinggi 30-an meter longsor dan menutup jalan Pakuluran-Doro.

KAJEN – Akibat hujan dengan intensitas tinggi, longsor terjadi di tiga titik di Kabupaten Pekalongan, Selasa (12/1/2021) malam. Di awal bulan Januari 2021 ini BPBD Kabupaten Pekalongan mencatat sudah ada 11 kejadian bencana alam. Bahkan, akibat hujan deras sejak Selasa (12/1/2021) sore hingga malam hari, sedikitnya ada tiga kejadian longsor pada malam itu. Yakni longsor di jalur Kroyakan di Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, longsor di jalur Pakuluran, Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro, dan longsor talud SDN 4 Sidomulyo di Kecamatan Lebakbarang.

“Jalur Kroyakan yang menghubungkan Doro-Petungkriyono Alhamdulilah tadi malam sudah kita tangani manual bekerjasama dengan masyarakat, TNI, Polri, dan relawan. Untuk sementara sudah bisa dilewati kendaraan roda empat. Rencana siang ini (kemarin siang, red) dilanjutkan pembersihan dengan alat berat dari DPU,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, Rabu (13/1/2021) siang.

Menurutnya, untuk longsor di Desa Sidoharjo Kecamatan Doro masyarakat sudah bergotong-royong membersihkannya. Sehingga jalur Pakuluran-Doro bisa dilalui kendaraan. Aktivitas warga pun kembali normal.

“Untuk lokasi longsor di SD 4 Sidomulyo tadi sudah dicek oleh tim, baik dari Dindik dan BPBD. Untuk sementara, kita tutup dengan terpal lokasi longsornya sehingga untuk menghindari air mengenai itu. Nanti akan dihitung kebutuhan anggarannya oleh Dinas Pendidikan,” terang dia.

Bencana tanah longsor di SDN 04 Sidomulyo di Dukuh Parakan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang berupa pasangan turap penahan tebing sekolah sepanjang tujuh meter dan tinggi tiga meter longsor. Penyebabnya ada aliran air tanah bawah pondasi, sehingga turap longsor. Akibatnya, ruang kelas 6 SDN 04 Sidomulyo pondasi ruang kelas sebagian hilang dan kondisinya mengkhawatirkan.

Bencana longsor baru-baru ini juga terjadi di beberapa titik di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen. Longsor dan tanah gerak sebelumnya juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Kandangserang dan Paninggaran. (had)