Hutang Dihapuskan, Pedagang Bersyukur

by
SERAHKAN - Pengurus KSPPS Tamzis Bina Utama serahkan secara simbolis pembebasan pembiayaan kepada salah seorang perwakilan pedagang korban kebakaran Pasar Weleri.

*Korban Kebakaran Pasar Weleri

KENDAL – Runtik, salah seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Weleri pada 12 November 2020, bersyukur karena hutangnya di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Tamzis Bina Utama dihapuskan. Perempuan paruh baya yang berjualan sembako di Pasar Weleri itu merupakan salah satu anggota KSPPS Tamzis.

“Saya sangat bersyukur, karena hutang di Tamzis tidak perlu diangsur. Itu sangat membantu meringankan beban. Sisa angsuran yang belum saya bayarkan kurang lebih Rp 60 juta,” katanya yang mengaku menjadi anggota KSPPS Tamzis sejak 2013, kemarin.

Pedagang lainnya, Arif Supriyanto, menambahkan, musibah kebakaran Pasar Weleri merupakan ujian dari Allah Swt. Dia mengajak pedagang yang menjadi korban kebakaran untuk bangkit dan tidak mengandalkan bantuan dari orang lain.

“Saya optimistis pedagang masih mampu bangkit dan memulihkan perekonomian. Saya tentu prihatin dengan musibah itu. Namun, semua harus sabar dalam menghadapi ujian tersebut,” katanya.

Manajer Taawun KSPPS Tamzis, Tri Wuryamto, mengatakan, pembebasan sisa pembiayaan bagi pedagang tersebut, merupakan bentuk kepedulian pihaknya. Hal itu sesuai dengan akad yang dilakukan selama ini yaitu bagi hasil dan bagi rugi. “Dari ratusan pedagang yang terkena musibah kebakaran, terdapat 133 pedagang yang menjadi anggota Tamzis. Nilai pembiayaan yang dibebaskan Rp 871,5 juta,” katanya.

Ketua Pengurus Tamzis dalam sambutannya secara virtual, mengatakan, bencana kebakaran itu, merupakan musibah bagi pedagang yang harus segera diselesaikan. Dia memahami bagaimana kesedihan pedagang pasar atas kejadian itu.

“Dengan pembebasan sisa pembiayaan, meringankan beban mereka. Selain itu, memberi kesempatan pedagang untuk kembali mengajukan pinjaman baru,” terangnya. (lid)