Wanita Penyandang Disabilitas Ini Tak Menyangka Hutangnya Dilunasi Bupati

by
Bupati Wihaji ngobrol santai dengan kedua warga Desa Pesantren yang Waryu dan Yuriah.

BATANG – Program “Tilik Warga” yang dilakukan oleh Bupati Batang, Wihaji membawa berkah tersendiri bagi Waryu (42) penyandang disabilitas netra dan Yuriah (46) warga Desa Pesantren, Kecamatan Blado. Keduanya mendapat bantuan untuk melunasi hutang, dan juga uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Bupati Wihaji menjelaskan, program tilik warga yang dilakukannya bertujuan untuk mengetahui secara langsung warga Kabupaten Batang, hingga ke pelosok desa. Selain itu, juga untuk memberikan bantuan secara langsung bagi yang membutuhkan.

“Saya mendapat laporan dari warga di Media Sosial yang menyebutkan adanya warga Desa Pesantren, satu anggota keluarga tidak bisa melihat hidup bersama kerabatnya yang sama-sama tidak punya suami dan anak,” ungkap Bupati Wihaji, usai menyerahkan bantuan di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Selasa (12/1/2021).

Mendapat Bupati Wihaji bersama Sekda Lani Dwi Rejeki dan sejumlah pimpinan OPD datang langsung ke Desa Pesantren untuk melihat kondisi kedua warganya tersebut. Ternyata, keduanya memang memang hidup serba kekurangan.

“Saat ini rumahnya sudah baik, berkat gotong-rotong warga sekitar yang secara swadaya membangunkannya agar layak huni. Dan ini menunjukan kepedulian yang tinggi dari warga sekitar terhadap sesamanya yang membutuhkan,” jelas Wihaji.

Pada kesempatan itu, Wihaji memberikan bantuan uang Rp 3 juta, yang akan digunakan untuk melunasi hutang di warung. “Ini uangnya untuk melunasi hutan, dan sisanya yang Rp 2,4 juta untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari,” ucap Wihaji.

Mendapat bantuan tersebut, wajah Yuriah nampak sumringah dengan senyum yang tersipu malu. Dia tidak menyangka rumahnya akan didatangi Bupati Wihaji dan mendapat bantuan uang untuk melunasi hutang.

Pada Bupati, Yuriah mengungkapkan bahwa dirinya dan Waryu dalam kehidupan sehari-hari hanya bisa mengandalkan hasil dari buruh cengkeh yang tak menentu. Bahkan pendapatan yang dia dapatkan terkadang tidak bisa untuk mencukupi makan sehari-hari, sehingga terpaksa berhutang ke warung.

“Alhamdulillah pak Bupati saget rawuh, saya juga dapat bantuan untuk melunasi hutang di warung. Sedangkan untuk uang sisanya akan digunakan untuk membeli beras dan lauk pauk guna persediaan,” tandas Yuriah. (don)