Direlokasi, Warga Tak Masalah Angsur Biaya Pembangunan Rumah Baru

by
MULAI PEMBANGUNAN - Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz didampingi Wakil Wali Kota saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah milik warga terdampak relokasi proyek penanganan kumuh di Krapyak.

KOTA – Pembangunan kawasan rumah baru bagi warga terdampak relokasi penanganan kawasan kumuh di Krapyak, mulai dilaksanakan Senin (11/1/2021) yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz dan Wakil Wali Kota, A Afzan Arslan Djunaid.

Seperti diketahui, proyek penanganan kawasan kumuh di wilayah Kelurahan Krapyak berdampak pada sejumlah rumah milik warga yang akhirnya harus direlokasi. Sebanyak 16 warga mendapatkan ganti rugi yang kemudian digunakan untuk membeli tanah di wilayah Kelurahan Klego gang 4. Warga kemudian juga dibantu untuk membangun rumah baru melalui CSR dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Namun sebagian dari dana pembangunan dari CSR tersebut, harus dikembalikan oleh warga yang menerima manfaat melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) setempat.

“Senang sekali,” ungkap Fatimah (60), salah satu warga terdampak yang mendapatkan bantuan pembangunan rumah baru. Dia pun menyatakan tak masalah jika harus mengangsur sebagian dari biaya pembangunan rumah baru tersebut. Fatimah menyatakan sanggup karena cicilannya cukup terjangkau. “Diangsur selama 10 tahun, per bulan Rp 250 ribu. Insya Allah bisa,” tambahnya.

Namun selain mengangsur biaya pembangunan rumah, Fatimah juga masih harus mengangsur kekurangan biaya pembelian tanah. Karena dia hanya menerima biaya ganti rugi sebesar Rp 31 juta, sementara harga tanah di lokasi rumah baru Rp 50 juta. Sehingga kekurangan 19 juta harus dia angsur kepada pemilik tanah selama empat tahun.