Warga Kendal Juga jadi Korban Sriwijaya Air

by
MENUNJUKAN - Tunjukan foto, Ibu Sa'adah pasrah dan sangat berharap jasad Kolisun, putra kandung sulungnya yang merupakan satu dari 62 penumpang yang ada di daftar manifes pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu dapat ditemukan.

**Sebelumnya Sempat Telpon Ibunda akan Masukkan Anaknya ke Pesantren

KENDAL – Kolisun (37) merupakan satu dari 62 penumpang yang ada di daftar manifes pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). Kolisun berprofesi sebagai pedagang peralatan rumah tangga dan pakaian merupakan kelahiran Kendal, Jawa Tengah, yang sudah menetap bersama anak istrinya di Sambas, Kalimantan Barat. Pihak keluarga berancana akan mengebumikan jasad korban di desa kelahiranya sendiri di Kabupaten Kendal.

“Berharap selamat dari kecelakaan maut itu. Namun jika takdir berkata lain, jika sudah ditemukan, jasad Kolisun, akan saya bawa ke Kendal untuk dikebimukan di desa kelahirannya, di Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh,” kata ibunda korban, Sa’adah saat ditemui di kediamannya di Desa Tamangede, RT 5 RW 1 Kecamatan Gemuh, Senin (11/1/2021).

Sa’adah mengungkapkan, mendapatkan kabar duka anak kandung sulungnya turut menjadi korban musibah pesawat Sriwijaya Air yang jatuh itu setelah mendapatkan telpon dari menantunya yang berada di Sambas, Kalimantan Barat. Ia menceritakan bahwa Kolisun sudah merantau ke Kalimantan selama 15 tahun dan berdomisili di sana.

“Merantau sudah 15 tahun dan beristri orang Sambas. Tinggal menetap di Kalimantan bersama dengan anak istrinya,” ungkapnya.

Sa’adah menjelaskan, bahwa profesi anaknya sebagai pedagang di Sambas, Kalimantan Barat. Barang dagangnya kebanyakan berupa peralatan rumah tangga dan pakaian. Selama ini barang daganganya tersebut dibelinya dari Solo. Sehingga perjalanan dari kalimantan ke Jawa Tengah sudah biasa dilakukan untuk mendapatkan barang daganganya tersebut.

“Habis dari Solo kulakan barang dagangan. Anak saya mau pulang ke Kalimantan naik pesawar Sriwijaya AIr SJ 182. Pesawat tersebut mengalami muibah di Kepulauan seribu. Saya berdoa jasad anak saya bisa diketemukan,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.