Kedelai Naik, Kementan Operasi Pasar

by
OPERASI PASAR - Kementerian Pertanian (Kementan) RI bekerja sama dengan Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) dan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) segera menggelar Operasi Pasar Kedelai.

KENDAL – Solusi untuk mengatasi naiknya harga kedelai yang cukup tinggi segera terwujud. Hal ini setelah pemerintah turun tangan dengan melakukan operasi pasar kedelai. Kementerian Pertanian (Kementan) RI bekerja sama dengan Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) dan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) segera menggelar Operasi Pasar Kedelai. Launching perdana operasi kedelai ini dilakukan di Primkopti Harum Kendal pada Jumat (8/1/2021). Operasi Pasar Kedelai dilakukan dengan menjual kedelai kepada pengrajin tahu dan tempe, sesuai harga yang disepakati sebesar Rp 8.500 kilogram, dari harga saat ini yang mencapai Rp 9.500 hingga Rp 10 ribu perkilogram. Subsidi harga ini diberikan selama 100 hari ke depan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan RI, Agung Hendriadi mengatakan, subsidi harga diberikan hanya selama 100 hari ke depan, karena selama tiga bulan ke depan, Kementan bersama para petani telah mempersiapkan benih kedelai, sehingga dalam waktu 3,5 bulan sudah siap panen.

“Harapannya, setelah subsidi kedelai impor selesai, maka akan digantikan dengan kedelai lokal yang harganya bisa bersaing dengan kedelai impor,” katanya.

Ketua Pusat Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Puskopti) Jateng, Sutrisno Supriantoro mengatakan, operasi pasar kedelai ini akan dilakukan di seluruh Jawa Tengah.