Memiliki Potensi Besar, Pantai Jodo Butuh Penambahan dan Pembenahan Sarpras Penunjang

by
Komisi C DPRD Batang melakukan kunjungan kerja ke Pantai Jodo guna mengetahui kondisi yang ada di objek wisata tersebut.

BATANG – Objek Wisata (OW) Pantai Jodo yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan untuk wilayah Timur Kabupaten Batang. Namun, saat ini sejumlah sarana dan prasarana yang ada masih butuh pembenahan dan penambahan.

“Setiap hari, terutama saat libur, jumlah pengunjung di Pantai Jodo cukup banyak. Namun saat ini kita masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk sarana penunjang di lokasi wisata yang masih kurang,” ungkap Kepala Desa Sidorejo, Sumpeno saat menerima kunjungan Komisi C DPRD Kabupaten Batang, Selasa (05/01/2020).

Sumpeno menjelaskan, OW Pantai Jodo sendiri dikelola bersama antara Pemkab Batang dengan pihak desa. Untuk pembagian hasil dari penjualan tiket sendiri 60% untuk desa dan 40% untuk Pemda. Bagi hasil sendiri hingga saat ini masih sebatas pendapatan dari penjualan tiket saja.

“Disini ada beberapa permainan, namun dikelola oleh pribadi. Sehingga untuk bagi hasil sendiri masih sebatas penjualan tiket. Sedangkan untuk kios maupun lainnya, belum ada kontribusi, karena memang belum dibebani sewa, hanya sebatas iuran kebersihan saja,” jelas Sumpeno.

Sumpeno juga mengungkapkan, untuk saat ini akses jalan menuju pantai Jodo sudah bagus. Namun sayangnya ada satu jembatan saat akan masuk Desa Sidorejo yang masih sempit, sehingga kendaraan roda empat harus bergantian. Selain itu, kamar mandi yang ada kawasan wisata juga kurang memadai.

“Kamar mandi di kawasan wisata kurang memadai, bahkan untuk anak-anak harus di lokasi terbuka. Karena itulah, kami mengharapkan pihak Pemda bisa memberikan bantuan untuk pembangunan kamar mandi yang lebih representatif bagi pengunjung. Mengingat disini merupakan wisata pantai, maka keberadaan kamar mandi sangatlah penting,” beber Sumpeno.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Batang, H Tofani Dwi Arianto meminta pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) untuk bisa mengalokasikan anggaran guna pembangunan kamar mandi.

“Penambahan ataupun pembenahan kamar mandi, sepertinya mendesak untuk dilakukan. Karena itulah, setidaknya pada anggaran perubahan tahun 2021 ini bisa dialokasikan, mengingat jumlahnya juga tidak terlalu besar,” ungkap Tofani Dwi Arianto.

Tofani menjelaskan, selama ini Pantai Jodo telah memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah. Namun pada tahun 2020 kemarin tidak ada alokasi anggaran untuk pembenahan ataupun penambahan sarana dan prasarana di Pantai Jodo. Karena itulah, tahun ini diharapkan ada keberpihakan dari Pemda untuk bisa memberikan alokasi anggaran guna pembenahan.

“Selain pembenahan sarpras, kita juga minta Pemda bisa memberikan pendampingan bagi desa, dalam hal ini Pokdarwis yang mengelola Pantai Jodo ini. Mengingat masih banyak sumber pemasukan lainnya yang bisa digali guna meningkatkan pendapatan dari Pantai Jodo ini. Selain itu, juga pihak pengelola bisa menambah spot-spot baru yang bisa menarik lebih banyak pengunjung,” tandas Tofani.

Sementara itu, Sekretaris Disparpora, Suprayitno mengatakan, untuk pembenahan kamar mandi, pihaknya akan berusaha agar pada tahun ini ada alokasi anggaran. Termasuk untuk pendampingan, pihaknya siap untuk memberikan bantuan pada pihak Pokdarwis.

“Untuka kamar mandi, karena itu masih tupaksi Disparpora, maka kita bisa mengusahakannya. Sedangkan untuk pelebaran jembatan, kita akan koordinasikan dengan dinas terkait,” tandas Suprayitno.