Masuk Semester Genap, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

by -
PTM DITUNDA - Akibat perkembangan Covid-19 masih cukup tinggi, pembelajaran tatap muka (PTM) yang bisa dimulai di semester genap ini ditunda. Hadi Waluyo

KAJEN – Usai libur sekolah, anak-anak kembali mengikuti pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021, Senin (4/1/2021) kemarin. Namun, harapan untuk masuk sekolah dengan pembelajaran tatap muka (PTM) yang bisa dimulai pada semester baru ini ditunda karena perkembangan Covid-19 di Jawa Tengah masih cukup tinggi.

Para pelajar harus kembali mengikuti proses pembelajaran di semester genap ini secara online (daring) hingga ada evaluasi lebih lanjut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh, dihubungi Senin (4/1/2021), mengatakan, berdasarkan SKB empat menteri, pemberian izin pembelajaran tatap muka dari satuan pendidikan Paud hingga SMP yang menjadi kewenangan Pemkab Pekalongan mulai semester genap ini diberikan kepada pemda.

Menyikapi hal itu, pemda bersama gugus tugas penanganan Covid karena masih dalam masa pandemi mengevaluasi perkembangan Covid di Kabupaten Pekalongan. Sehingga apa yang menjadi rekomendasi dari gugus tugas akan menjadi pertimbangan yang akan diambil oleh pemda.

“Berdasarkan hasil rapat tim ahli bersama satgas Covid yang terakhir itu merekomendasikan kepada pimpinan dalam hal ini bapak Bupati, dan juga mendasari surat edaran gubernur tentang melihat peningkatan Covid di Jawa Tengah dari gubernur meminta agar kabupaten/kota menunda dimulainya pembelajaran tatap muka. Maka pemda memutuskan untuk pembelajaran tatap muka di semester genap ini yang dimulai hari ini (kemarin, Red) itu ditunda untuk PTM,” terang Masruroh.

Pihaknya akan mengevaluasi kembali setelah 14 hari ke depan. Artinya yang akan mengevaluasi adalah satgas Covid-19 kabupaten. Sebab, lanjut dia, berdasarkan pengalaman dari 10 bulan kemarin ternyata perkembangan Covid biasanya meningkat setelah libur panjang. “Nanti dari evaluasi ini bagaimana, itu yang akan menentukan untuk dimulainya uji coba PTM,” ujar dia.

Dikatakan, berdasarkan SKB 4 menteri, pemda dapat melakukan uji coba PTM. “Dengan pertimbangan itu akhirnya diputuskan kita menunda, dan nanti setelah 14 hari ke depan akan dilakukan evaluasi dan akan dirumuskan kembali,” katanya.

Dari hasil evaluasi nanti, ujar dia, akan dilihat perkembangan penyebaran Covid-19. Jika hasil evaluasi nanti memungkinkan untuk melakukan PTM, kata dia, pihaknya akan melakukan uji coba PTM terlebih dahulu.

Uji coba PTM akan dilakukan dengan memilih mikrozonasi. Untuk SMP akan dimulai di kecamatan yang tingkat penyebarannya kuning atau hijau. Untuk SD, akan melihat mikrozonasinya tingkat desa.

“Nanti berdasarkan rapat tim akan dipilih mana kecamatannya dengan melihat perkembangan 14 hari ke depan. Jika memungkinkan akan dilakukan uji coba dulu, belum menyeluruh di wilayah Kabupaten Pekalongan,” terang dia. Menurutnya, uji coba PTM akan dilakukan sekitar satu bulan. “Baru akan kita evaluasi kembali tahapan berikutnya,” katanya.

Disinggung persiapan di satuan pendidikan, ia mengatakan, persiapan satuan pendidikan sudah siap semuanya untuk melakukan PTM. Dindik sudah meminta semua kepala satuan pendidikan untuk terus memperbaiki kesiapan sarana prasarananya maupun tentang simulasinya. “Simulasi sudah dilakukan selama dua bulan terakhir kemarin itu dengan mengundang beberapa siswanya,” kata dia.