Pentingnya Kerjasama Guru dan Orangtua Siswa

by

Anak-anak saat ini yang ada di bangku sekolah adalah harapan semuanya. Harapan tak terkecuali bagi orangtua mereka sendiri namun juga masyarakat dan negara. Mereka adalah wajah masa depan kita. Kita di sini adalah bagaimana cara kita memperlakukan mereka kini. Pada mereka tergantung kunci untuk perubahan, dan pada gilirannya masa depan seperti apa ada di tangan mereka.

Pembaca mungkin sudah lupa atau bahkan sama sekali tidak mengenal lagu yang pernah populer di era 1950-an dari Dorris Day, penyanyi Amerika. Lagu yang penulis maksud adalah lagu “Que Será, Será (Whatever Will Be, Will Be)”. Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1956, ditulis oleh Jay Livingston dan Ray Evans. Muncul pada film Alfred Hitchcock tahun 1956 yang berjudul The Man Who Knew Too Much, dengan Doris Day dan James Stewart yang menyanyikannya. Pada masa kejayaan siaran radio sebelum era smartphone, kita sering mendengarnya namun menikmatinya sebatas sebagai sebuah lagu barat penghibur belaka. Kita mengabaikan pesan yang ada dalam lagu tersebut.

Pada lagu tersebut terselip gambaran seperti apa masa depan seseorang, oleh Dorris Day (aktris wanita) dinyatakan bahwa masa depan itu Que Será, Será atau Whatever Will Be, Will Be. Artinya, segala sesuatunya seperti apa tidak bisa ditebak. Nah, yang ingin penulis tandaskan di sini adalah bahwa dengan ketidakpastian tentang masa depan tersebut maka pentingnya pendidikan berperan untuk mengarahkan anak-anak menjadi generasi masa depan yang dapat mencapai keberhasilan.

Keberhasilan tidak diukur dari setinggi apa jabatan atau pendidikan atau seberapa banyak harta yang didapat melainkan seberapa kuat kepribadian dan seberapa mampu dalam kemandirian. Membentuk manusia yang berkepribadian dan memiliki kemandirian sebagai bagian dari nilai integritas tak hanya dapat dilakukan sendirian oleh guru melainkan menjadi tanggungjawab orangtua pula. Di sinilah titik temu bagaimana guru dan orangtua harus dapat bekerja sama untuk keberhasilan masa depan tersebut.

Nur Setiyoningsih, S.Pd.SD

Orang tua memiliki pengaruh besar pada pendidikan anak-anak mereka karena beberapa alasan, tetapi yang paling penting adalah, karena mereka menjadi guru pertama anak-anak mereka. Otak anak-anak seperti spons pada beberapa tahun pertama kehidupan mereka. Mereka menyerap segala sesuatu di sekitar mereka. Oleh karena itu, apa yang mereka pelajari dari orang tua mereka dalam beberapa tahun pertama kehidupan mereka akan berdampak di sekolah. Ketika anak-anak harus bersemangat belajar sejak usia dini maka orang tua adalah orang yang perlu menanamkan kegembiraan ini pada anak-anak mereka.

Beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting. Sederhananya, anak-anak yang diberi awal yang tepat tampil lebih baik di sekolah, memiliki karier yang lebih sukses, menikmati kesehatan yang lebih baik dan lebih kecil kemungkinannya menderita berbagai penyakit daripada mereka yang tidak. Keluarga memainkan peran penting dalam perkembangan anak, terutama di Indonesia di mana mayoritas anak acapkali tidak melewati taman kanak-kanak. Tanpa perawatan yang tepat dari orang tua dan anggota keluarga, anak-anak memasuki sistem pendidikan dasar pada usia tujuh tahun yang tidak siap untuk belajar. Menurut para ahli, sekitar 80 persen perkembangan otak terjadi dalam tiga tahun pertama masa kanak-kanak, dengan 10 persen lainnya dalam dua tahun berikutnya. Itu berarti bahwa 90 persen perkembangan otak ditentukan oleh pengalaman yang mereka miliki -apakah positif atau negatif- sebelum mereka pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dasar.

Pendidikan yang diterima anak-anak sangat tergantung pada pendidikan yang diterima orang tua mereka ketika mereka masih kecil. Keterlibatan orang tua di sekolah (dengan segenap varian dan bentuknya) dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah pendidikan anak-anak dengan menekankan pentingnya pendidikan yang baik, dan membuat anak-anak mereka bersemangat belajar. Dorongan orang tua mereka dalam keberhasilan pendidikan anak-anak sangat penting. Bahan penting dalam sebagian besar kesuksesan anak-anak di sekolah adalah hubungan positif dengan orang tuanya.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dapat membuat guru untuk lebih fokus pada tugas mengajar. Juga, dengan memiliki lebih banyak kontak dengan orang tua, guru belajar lebih banyak tentang karakteristik siswa dan lingkungan sosialnya, yang merupakan informasi yang dapat guru jadikan sebagai pijakan untuk memahami siswanya lebih baik. Orang tua yang memiliki hubungan intens dengan sekolah juga cenderung memiliki pandangan yang lebih positif tentang guru, yang mengakibatkan peningkatan moral guru. Bukti substansial menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua sangat menguntungkan siswa dalam meningkatkan prestasi akademik mereka. Ada keuntungan lain bagi anak-anak ketika orang tua terlibat yaitu peningkatan motivasi belajar, peningkatan perilaku, kehadiran yang teratur, dan sikap lebih positif tentang pekerjaan rumah dan sekolah pada umumnya.

Oleh: Nur Setiyoningsih, S.Pd.SD
Penulis adalah Guru SD 02 Sragi Kab. Pekalongan