Hari Pertama Kerja, Bupati Bantu Lunasi Hutang Warga dan Bantu Biaya Perawatan Kesehatan

by
Bupati Wihaji mengikuti langsung proses pemeriksaan warga yang sakit oleh tim medis dari Puskesmas Batang 3.

BATANG – Hari pertama kerja di tahun 2021 ini, Senin (04/01/2021), dimanfaatkan Bupati Batang, Wihaji untuk membantu warganya yang kesusahan.

Bupati melakukan tilik warga dengan mengunjungi suami istri Suyitno dan Munifah warga RT, RW 02 Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang yang menderita sakit stroke.

Kedatangan Bupati Wihaji sendiri membawa berkah bagi pasangan suami istri tersebut. Pasalnya, mereka mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu untuk melunasi hutang. Tidak hanya itu, keduanya juga mendapatkan bantuan operasional perawatan ke rumah sakit senilai Rp 3 juta.

“Saya menyakini, jika awal tahun kita lakukan hal baik, hari berikutnya Insyaallah akan lebih baik lagi,” ujar Bupahi Wihaji usai tilik warga, Senin (4/1/2021).

Bupati menjelaskan, kegiatan tilik warga yang dilakukanya pada tahun kemarin, mendapat respon positif dari masyarakat. Selain itu, juga bisa mengetahui dan memberikan bantuan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Program tilik warga saya lanjutkan kembali tahun ini, dan semoga akan lebih banyak lagi warga yang membutuhkan, terutama warga miskin yang terbantu,” jelas Wihaji.

Menurut Wihaji dari program tilik warga yang telah dilakukan, dirinya menemukan adanya warga miskin yang sedang sakit, namun tidak terdaftar dalam BPJS. Termasuk juga tidak adanya warga yang tidak memiliki uang untuk operasional selama menjalani pengobatan.

“Bagi warga miskin yang sakit namun tidak terdaftar dalam BPJS, maka kita bantu agar bisa masuk jaminan kesehatan yang iuranga dibiayai oleh Pemda melalui APBD. Apalagi kita setiap tahun telah menganggarkan anggaran untuk menanggung biaya iuran bagi 15 ribu warga kurang mampu,” beber Wihaji.

Bupati berharap dengan adanya alokasi anggaran tersebut akan semakin banyak masyarakat yang terbantu, sehingga apabila membutuhkan pelayanan kesehatan, bisa segera tertangani tanpa harus memikirkan biaya lagi.

“Kartu Batang Sehat kini sudah tidak ada lagi, dan kini diganti dengan keikutsertaan program BPJS. Dan setiap tahun kita menanggung iuran BPJS bagi 15 ribu warga untuk kelas III. Dengan begitu diharapkan tingkat kesehatan masyarakat bisa meningkat,” tandas Wihaji. (don)