by.U, Jurus Jitu Telkomsel Merebut Kembali Hati Milenial

by

Nama besar Telkomsel sebagai salah satu provider raksasa di Indonesia tentunya tak perlu diragukan lagi. Terlebih, jernihnya sinyal yang menjangkau hampir seluruh pelosok negeri menjadi salah satu alasan masyarakat memilih Telkomsel. Namun jangkauan luas sinyal tersebut sebanding dengan harga paket Telkomsel yang terbilang tak murah.

Dengan harga yang cukup tinggi, masyarakat perlahan mundur sebagai pelanggan setia. Khususnya bagi generasi muda yang kesulitan mengatur keuangan dan masih mengandalkan cuan dari orang tua.

Tahun demi tahun, tak hanya Telkomsel yang menguasai pasar seluler di Indonesia. Provider baru yang menawarkan paket yang dengan harga lebih kompetitif mulai berdatangan. Keadaan ini membuat branding Telkomsel terkesan mewah bagi kaum muda yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah ataupun kuliah.

Masalah sinyal tak menjadi prioritas utama, khususnya bagi muda-mudi yang hidup di daerah perkotaan. Pertimbangan harga paket yang lebih hemat tentunya menjadi keputusan tepat untuk menyalurkan eksistensi di dunia maya. Apalagi jika kebetuhannya sekadar chating di media sosial. Meski masih berjaya secara umum di tingkat nasional, namun di segmentasi anak muda Telkomsel bukanlah juaranya.

Hal ini seperti yang dilansir dari pemberitaan Bisnis.com pada tahun 2015. Pada tahun tersebut, pangsa pasar Telkomsel mampu merengkuh angka 45 persen, atau setara dengan 141 juta pelanggan. Sayangnya, dari jumlah tersebut hanya 30 persen atau 40 Juta pelanggan Telkomsel yang termasuk generasi muda.

Dalam Buku Exploring Public Relations Global Strategic Communication, Find Frandsen dan Winni Johansen menyebut sebuah organisasi ataupun perusahaan, harus mengubah citra dan identitas mereka sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Sadar akan hal tersebut Telkomsel mulai menciptakan citra baru untuk menggaet pangsa pasar anak muda. Salah satunya dengan mengeluarkan produk Telkomsel Loop.

Tak berhenti di situ, Telkomsel terus melakukan riset tentang kebutuhan masyarakat. Terlebih di kisaran tahun 2018, banyak generasi muda yang menggunakan platform digital sebagai sarana komunikasi. Generasi muda kekinian lebih condong menggunakan media sosial yang pengunaannya berbasis paket data. Bagi mereka, membeli pulsa pun terbilang sudah kuno. Kebanyakaan milenial sekarang lebih mementingkan pembelian paket data. Bahkan, seolah muncul pameo di kalangan milenial, “Tanpa paket data, berakhirlah dunia”.

Hingga pada Bulan Oktober 2019, Telkomsel resmi meluncurkan layanan selular prabayar digital pertama di Indonesia, by.U. Layanan selular digital end-to-end ini dinilai cocok dengan selera anak muda. Apalagi bagi anak muda yang tidak ingin ribet dan berjiwa bebas. Pasalnya dari mulai pembelian nomor yang bisa diantar hingga pembayaran serta layanan costumer service bisa dilakukan secara virtual. Tidak perlu menghabiskan banyak daya dan upaya untuk pergi ke luar rumah.

Tak hanya itu, paket yang disediakan cukup beragam dan terbilang lebih murah dari paket Telkomsel biasanya. Paket internet pun bisa digunakan 24 jam penuh, sehingga konsumen tidak merasa tertipu janji manis operator yang membatasi pengunaan kuota internet di jam tertentu. Selain itu, by.U juga menyediakan paket internet tambahan dan paket data yang bisa diakses di semua jaringan, baik 2G, 3G, maupun 4G.

Dengan hadirnya by.U, Telkomsel mampu merubah imagenya menjadi operator yang bersahabat dengan anak muda. Tak sekadar isapan jempol belaka, hal ini turut dibuktikan dengan penghargaan yang diperoleh by.U dalam ajang Marketeers XFest 2020. Dalam ajang yang diselenggarakan pada 25-26 November lalu, by.U dinobatkan sebagai brand (merek) pilihan generasi Z dalam kategori digital operator.

Kehadiran by.U juga menjadi sebuah pembuktian bagi Telkomsel sebagai digital telco company terdepan, yang mengutamakan customer centricity dalam mengembangkan produk dan layanan digital berkualitas bagi pelanggan.Tak pelak, dalam ajang yang sama Telkomsel juga menggondol penghargaan merek pilihan Generasi Z kategori Telecommunication Operator. Hingga November lalu, jumlah pengunduh aplikasi by.U telah mencapai sekitar 4 juta pelanggan.

Peningkatan pelanggan ini juga turut dipengaruhi geliat aktivitas media sosial selama pandemi. Dengan kemudahan layanan digitalnya, by.U juga memanjakan pelanggan untuk tetap eksis bermedia sosial dengan tetap berada di rumah aja. Meskipun eksis, pengguna tak perlu khawatir kantong jebol dengan aneka paket yang ditawarkan. Dan yang pasti, pelanggan semakin puas berselancar di dunia digital dengan sinyal kuat Telkomsel.

Dengan pencapaiannya kini, provider yang berusia seperempat abad ini boleh berbangga. Meski begitu Telkomsel dan by.U harus terus berinovasi menyesuaikan keinginan konsumen. Terlebih kini pasar layanan seluler digital Indonesia mulai ramai pemain baru anakan provider lain yang juga menawarkan beberapa keunggulan. Jadi apakah Telkomsel dan by.U akan tetap menjadi pilihan generasi Z di tahun 2021? Kita tunggu saja. (*)

Novia Rochmawati
Mahasiswa S-2 Ilmu Komunikasi
Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)