Dilewati Truk Tronton Sarat Muatan, Jembatan Desa Lawangaji Terputus

oleh -
Akibat tak kuat dilalui truk tronton yang sarat muatan, jembatan di Desa Lawangaji ini terputus. Istimewa

BATANG – Jembatan penghubung di Desa Lawangaji, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (24/12/2020) terputus dan tidak bisa dilalui lagi. Hal itu terjadi akibat jembatan ambrol sebagian setelah dilalui truk tronton sarat muatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Kamis dini hari truk tronton bermuatan herbel atau batu bata ringan dengan berat sekira 50 kubik ini dari Jakarta mau ke Bandar Batang. Truk dengan Nopol AD 1784 FD yang dikemudikan Amin Hidayat ( 40) warga Simo, Boyolali bermaksud mengirim muatan ke penerima dengan mengikuti petunjuk arah dari Google Map.

“Saya bawa barang dari Jakarta, dan sesampainya di terminal Pekalongan mulai menggunakan Google Map untuk menuju ke alamat penerima,” ungkap Amin Hidayat.

Amin menjelaskan, pada saat mengemudi sesuai petunjuk arah dari aplikasi, jalan terrasa lebar dan terang. Selain itu, juga banyak kendaraan yang mendahuluinya, sehingga dia yakin jalur yang dilaluinya merupakan jalan biasa dilalui kendaraan.

“Namun tiba-tiba truk yang saya kemudikan melewati jembatan yang sempit, dan langsung ambruk pada bagian ujungnya. Akibatnya truk terjatuh ke sungai dengan posisi bagian belakang di bawah. Dan sayapun langsung turun untuk mencari bantuan,” jelas Amin.

Peristiwa ambrolnya sebagian badan jembatan akibat tak kuat menahan beban truk tronton itupun langsung menarik perhatian warga. Kejadian itupun juga dilaporkan ke pihak Polsek Tulis yang langsung mengirimkan personil ke lokasi.

Kapolsek Tulis AKP Agus Windarto mengatakan, petugas saat ini masih menyelidikan peristiwa truk melintas di jalur pedesaan hingga menyebabkan jembatan terputus tersebut.

“Kejadian tersebut saat ini sudah ditangani oleh Satlantas Polres Batang, sedangkan untuk evakuasi kendaraan sendiri masih menunggu alat berat,” kata Kapolsek pada awak media.

Proses evakuasi truk tronton itu sendiri cukup sulit dilakukan, karena kondisi jalan yang sempit. Padahal untuk menarik truk yang sarat muatan tersebut diperlukan derek dengan berat tertentu.

Pihak Kecamatan Kandeman, Muh Khuzaeni mengatakan, jembatan yang ambrol tersebut menghubungkan kecamatan Kandeman dan Wonotunggal. Akibat kejadian itu, warga harus memutar sejauh 5 km dengan kondisi jalan susah dan sempit.

“Kejadian kendaraan besar salah masuk melewati jembatan Kali Embuh ini sudah kedua kalinya. Jembatan sendiri rencananya akan diperbaiki, dan diharapkan pihak perusahaan pemilik truk bisa membantu,” tandas Khuzaeni. (don)