Zona Merah, Sejumlah MI di Batang Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Panggil Kepala Kemenag

by
Bupati Wihaji saat pengukuhan jabatan kepala sekolah di Aula kanyor Bupati setempat, Rabu (23/12/2020).

BATANG – Pemerintah hingga saat ini belum mengizinkan digelarnya pembelajaran tatap muka bagi semua jenjang pendidikan. Namun di Kabupaten Batang sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) sudah menyelenggarakan pembekalan model tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Batang, Wihaji akan memanggil Kepala Kementrian Agama setempat. Tujuanya untuk meminta agar pembejalaran tatap muka di sekolah yang ada dibawah satuanya untuk dihentikan.

“Kita akan panggil Kepala Kemenag Batang, dan meminta agar satuan pendidikan yang ada di bawahnya untuk menghentikan pembelajaran tatap muka hingga ada instruksi lebih lanjut,” ungkap Bupati Batang, Wihaji saat pengukuhan jabatan kepala sekolah di Aula kanyor Bupati setempat, Rabu (23/12/2020).

Bupati Wihaji menjelaskan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah menginstruksikan agar seluruh sekolah yang berada di bawah Kementrian Pendidikan maupun agama agar tidak menggelar pendidikan tatap muka. Hal itu didasarkan pada kasus penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi.

“Keputusan larangan tersebut bertujuan untuk melindungi keselamatan anak-anak atau para siswa dari penyebaran Covid-19. Karena itu, semua pihak kami harapkan bisa mentaatinya. Dan untuk MI yang sudah menggelar pembejalaran tatap muka, saya pastikan akan segera dihentikan,” jelas Wihaji.

Disisi lain, Bupati Wihaji mempersilahkan sekolah non formal, seperti Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dan pondok pesantren untuk membuka belajar tatap muka. Namun tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati menambahkan, di Kabupaten Batang sendiri pernah menggelar ujicoba pembelajaran tatap muka selama dua Minggu. Namun hal itu dihentikan lagi setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Kabupaten Batang masuk zona merah dengan resiko tinggi, namun penerapan protokol kesehatan belum maksimal. Padahal salah satu cara paling ampuh untuk menurunkan kasus Covid-19 adalah dengan penerapan prokes ketat. Karena itulah, saya minta masyarakat untuk bisa menerapkan Prokes tersebut dengan sebaik mungkin, demi keselamatan kita bersama,” tandas Wihaji. (don)