Hamil Tua Disarankan Isolasi Mandiri

by

KAJEN – Ibu hamil tua disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Sehingga saat akan melahirkan, ibu hamil ini tidak reaktif atau bahkan terkonfirmasi positif Covid-19.

Saran itu disampaikan Kepala Puskesmas Kedungwuni 2, dr Noor Endah, kemarin. “Saya ingin titip pesan untuk ibu hamil, terutama yang sudah masuk tujuh, delapan, dan sembilan bulan. Itu suaminya, keluarganya, kalau mendekati ibu hamil harus pakai masker. Jadi, ibu hamil ini sebaiknya isolasi mandiri,” pesan dia.

Pasalnya, ibu hamil kalau masuk Puskesmas harus di-rapid. “Sebab, kami kan akan melayani sampai ada darah-darah. Kami akan kontak dengan darah, maka dari itu kami harus memastikan dengan rapid,” kata dia.

Jika ibu hamil hasil rapidnya itu reaktif, kata dia, untuk mencari rumah sakit rujukan bisa sulit. “Jika reaktif nanti cari rumah sakit rujukannya akan sangat susah luar biasa. Kasus seperti ini di Kabupaten Pekalongan sudah banyak. Misalnya dia reaktif, kemudian dirujuk ke RSUD Kraton atau RSUD Kajen, di sana diswab hasilnya positif itu banyak kasus seperti itu. Itu juga sudah sangat susah mencari rumah sakit yang mau terima,” kata dia.

“Bayangkan, itu ibu hamil. Udah mau melahirkan, tiba-tiba rumah sakit tidak bisa menerima. Ini kan sulit. Jadi tolong sekali ibu hamil harus lebih ekstra ketat soal prokes. Lebih baik ibu hamil isolasi mandiri meski belum rapid atau swab,” ujar dia..