Terdampak Pandemi, Realisasi Pajak Meleset

by
Bambaang Supriyanto, Kepala BPKPAD Batang

Selain pajak restoran, kata Bambang, penurunan drastis juga dialami pajak hiburan. Awalnya, target PAD pajak hiburan Rp 1,049 miliar namun realisasi hanya Rp 309 juta. “Itupan hanya dari pertunjukkan lumba-lumba Dolphin Center Batang. Untuk Karaoke dan pantii pijat sama sekali tidak ada pemasukkan,” ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, pajak reklame juga terpengaruh. Di mana target awal Rp 1,351 miliar, realisasinya hanya Rp 961 juta. Hanya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Batang jadi pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak terpengaruh pandemi Covid-19.

Kasubid Penagihan PBB, BPKPAD Kabupaten Batang, Aris Listyono mengatakan, penerimaan dari PBB sudah mencapai Rp 26 miliar. “Pada awal tahun, penerimaan PBB ditargetkan Rp 25 miliar. Lalu, karena pandemi target penerimaan menurun jadi Rp 20,2 miliar,” tukasnya. (fel)