Tinggal Seatap, Tapi Tak Kontak Fisik dengaan Anak dan Suami

by
VIDEO CALL - Salah satu pasien Covid-19, Riza saat melakukan video call bersama anakny saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

*Perjuangan Riza, Pegawai Dinkes Batang yang Menjalani Isolasi Mandiri

Peringatan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2020 dirayakan secara berbeda oleh Zaki (9). Perasaan sedih harus ia rasakan lantaran sudah sekitar 20 hari tidak berkontak fisik secara langsung dengan ibunya, Riza Zakiyah.

DI TENGAH momentum ini pun, Zaki hanya bisa berjumpa dengan ibunya secara virtual menggunakan aplikasi media sosial, atau hanya sekadar memandang ibunya dari kejauhan. Rasa sedih tentunya ia rasakan, terlebih anak seusianya pasti ingin bermanja dengan ibunya. Meski begitu di depan ibunya berusaha untuk kuat dan selaku memberikan motivasi untuk ibunya.

“Alhamdulillah, dia tidak pernah nangis. Karena memang di rumah kami juga masih bisa bertemu dan menyapa, tapi tentunya tidak bisa melaksanakan kontak fisik dan bicara lama. Kalau sedang kangen banget, biasanya kami memilih berbicara melalui WhatsApp. Dia mengerti dan support, katanya gak boleh deket mama dulu,” terang Riza saat diwawancarai Radar Pekalongan via telepon, Senin (22/12/2020).

Riza sendiri merupakan salah satu pegawai Dinkes Batang yang dinyatakan positif Covid-19 per 2 Desember lalu. Sejak saat itu Riza pun harus melaksanakan isolasi mandiri. Beruntung karena tanpa gejala, ia masih bisa melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Meski begitu ia tetap harus mengisolasi diri terpisah dari anak semata wayangnya dan suami. Sementara ia mengisolasi di kamar belakang dan tak berkontak fisik dengan penghuni rumah lainnya. Beruntung, setelah diswab suami dan anaknya pun dinyatakan negatif Covid-19.

Sebagai seorang ibu, tentunya banyak aktivitasnya yang terhambat dalam mengurus keluarganya di tengah penyakit Covid-19. Beruntung Riza memiliki anak dan suami yang kooperatif.