Korban Tanah Bergerak Bakal Direlokasi

by
TINJAU DESA BODAS - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Dandim dan Kapolres meninjau lokasi bencana tanah gerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, kemarin.

*Antisipasi Siklus Delapan Tahunan

KANDANGSERANG – Guna mewujudkan pemukiman yang aman dari bencana alam, Pemkab Pekalongan berencana merelokasi korban tanah gerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang.

Pasalnya, wilayah itu berdasarkan kajian litologi dinilai rawan bencana tanah gerak. Sudah tiga kali pedukuhan di wilayah pegunungan ini mengalami bencana tanah gerak. Yakni pada tahun 2005, 2012, dan 2020. Setiap rentang tujuh tahun hingga delapan tahun sekali terjadi siklus bencana tanah gerak di wilayah itu.

Kepastian rencana relokasi pemukiman warga korban tanah gerak di Desa Bodas diketahui saat Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meninjau lokasi bencana, Senin (21/12/2020). Dalam kunjungannya itu, Bupati tampak didampingi Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres AKBP Darno, sejumlah kepala OPD, dan Muspika Kandangserang.

“Hari ini kita melihat perkembangan dulu. Setelah cukup aman, kita sudah bisa memetakan secara jernih bahwa ada keinginan dari warga Desa Bodas Kecamatan Kandangserang yang terkena dampak tanah gerak untuk relokasi,” ujar Bupati Asip Kholbihi, disela-sela tinjauan di Desa Bodas, kemarin siang.

Menurutnya, Pemkab Pekalongan akan segera menyiapkan lahan untuk relokasi. Dengan syarat, kata dia, lahan relokasi itu aman dari bencana alam, dan warga meminta agar lokasinya masih di sekitar Desa Bodas.