Sinergi, Kembangkan Wisata Religi di Wilayah Bismo

by
MENINJAU – Dirut Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang, Yulianto, saat meninjau debit sumber mata air di Desa Bismo, Kecamatan Blado.

BATANG – Melalui kegiatan Karya Bakti mandiri, Kodim 0736/Batang bersama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan berencana membuka jalur akses wisata religi di Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Desa Bismo, memang sudah dikenal karena situs-situs religi berupa makam dan petilasan para penyebar syiar Islam. Oleh karenanya, Desa Bismo sering diburu sebagai objek wisata maupun ziarah keagamaan.

Diketahui, di Desa Bismo ini terdapat makam Sunan Kalijaga (Raden Sa’id), Sunan Bonang (Syekh Maulana Makdum Ibrahim), Wali Bali, Wali Pethuk, Syekh Makhsum, Syekh Bani, Syekh Nur Khalim, Syekh Rahimuden, Siti Khotijah, hingga Siti Barokah (Kanjeng Ibu Raden Ayu Mayang Sari).

Desa Bismo juga dikenal karena memiliki sumber air keramat bernama Tuk Limo, yang berada di kompleks sumber air Mubal (dalam bahasa Indonesia berarti memancar deras—red). Tuk Limo diyakini sebagai petilasan Sunan Kalijaga yang makam dan sejumlah peninggalannya terjaga di Masjid Al Huda, Desa Bismo.

“Rencananya akan dibangun akses jalan kurang lebih 1 kilometer, menuju sumber air bernama Tuk Limo,” ujar Direktur Utama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang, Yulianto, Senin (14/12/2020).