Penuhi Nazar, Pendukung DADI Jalan Kaki Puluhan Kilometer

by
JALAN KAKI - Seorang pendukung Pasangan DADI, berjalan kaki puluhan kilometer untuk memenuhi Nazar karena Calon Bupati / Wakil Pekalongan didukung mendapat suara terbanyak. TRIYONO

*Dari Kediaman Calon Bupati Terpilih ke Pendopo

KAJEN – Budi Ali asal Desa Podo, Kedungwuni seorang pendukung Pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati Pekalongan nomor urut 2, Fadia Arafiq – Riswadi (DADI) jalan kaki puluhan kilometer. Ia berjalan kaki dari Kedungwuni ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan sebagai bentuk Nazar.

Budi Ali yang juga anggota Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Pekalongan itu berjalan dari kediaman Calon Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Desa Langkap Kecmatan Kedungwuni. Sebab sebelumnya, ia bernazar apabila Calon Pasangan Nomor Urut 2, Fadia Riswadi unggul dalam perolehan suara pada 9 Desember 2020 akan berjalan kaki dari Kedungwuni ke Pendopo.

Dengan perolehan suara mutlak, ia memenuhi janjinya. Ia berjalan dengan mengenakan atribut Calon Bupati dan Wakil Bupati dikawal oleh Ketua LMPI Kabupaten Pekalongan M. Saim dan anggota lainya.

Ia keluar dari Kediaman Calon Bupati Pekalongan sekira pukul 14.00 Wib dengan rute Jalan Pertigaan Podo Kedungwuni kemudian menuju Wonopringgo – Karanganyar. Adapun saat di depan KPU Kabupaten Pekalongan ia menyempatkan untuk istirahat dan dilanjutkan ke depan Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.

Budi Ali yang dikawal oleh sejumlah anggota LMPI Kabupaten Pekalongan tiba di lokasi sekira pukul 19.00 wib.

Ketua LMPI Kabupaten Pekalongan, M. Saim mengatakan bahwa ada anggotanya yang memenuhi janji dengan Jalan kaki dari kediaman Calon Bupati Kabupaten Pekalongan terpilih, Fadia Arafiq.

“Anggota kami berangkat Jalan kaki dari Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni pukul 14.00 Wib dan sampai di depan Pendopo pukul 19.00 Wib, ” katanya.

Diakui, Budi sengaja berangkat jam 2 siang dikarenakan untuk menyesuaikan nomor urut pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati, Fadia – Riswadi terpilih.

“Ini sengaja kami kemas waktunya untuk menyesuaikan dengan nomor urut, dan alhamdulillah sampai pendopo jam 7 malam yang artinya perjuangan kami di paslon 02 bisa sampai tujuan ke Pendopo,” lanjut Saim yang juga Tim Pemenangan Fadia Riswadi.

Sebelum sampai di Pendopo mereka berhenti sejenak di KPU Kabupaten Pekalongan. Setelah itu dilanjutkan perjalanan menuju Pendopo.

“Sebelum sampai pendopo kami berhenti di depan KPU Kabupaten Pekalongan. Karena sebelum Bupati menempati rumah Dinas Pendopo, harus melalui proses di KPU terlebih dahulu, ” katanya.

Dengan mendapat suara unggul persentase 58 persen atau 312.280 dari 549.650 suara maka pesta demokrasi sudah usai tinggal menunggu rekap KPU. Untuk itu ia berharap tidak ada lagi kelompok masyarakat nomor 1 atau nomor 2, karena pada dasarnya pasangan yang unggul adalah pilihan terbaik masyarakat Kota Santri untuk memimpin satu periode kedepan. (Yon)