Enam Komplotan Spesialis Pencuri Mesin Traktor Dibekuk

by
BARANG BUKTI - Sejumlah barang bukti diamankan dari tangan pelaku atas aksi kejahatan di wilayah Kota Santri berupa traktor. Istimewa

*Para Tersangka Lintas Daerah

KAJEN – Enam kawanan pencuri spesialis mesin traktor (diesel) bajak sawah berhasil diringkus oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Pekalongan dan Polsek Jajaran. Adapun sejumlah tersangka merupakan palaku lintas daerah diamankan bersama sejumlah barang bukti di Jawa Barat.

Para tersangka di antaranya beribisial SRP Alias Surip (53) asal Blok Panggung Desa Mekargading Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Kemudian
SR Alias (39) asal Desa Pengarengan Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon. SY Alias Angkung (49) Blok Karangturi Kecamatan Capurabakti, Cirebon, AR Alias Rokim (51) Dusun Cantilan Kecamatan Astanajapura, Cirebon, EM (58) asal Majasuka Kecamatan Palasah, Majalengka. Sedangkan DSD (21) asal Dusun Majamulia Kecamatan Palasah, Majalengka Jawa Barat diserahkan Sat Reskrim Polres Pemalang.

Selain mengamankan sejumlah tersangka anggota Polres Pekalongan juga menetapkan lima orang sebagai DPO karena terlibat dalam aksi kejahatan di wilayah Kota Santri.

Terbongkarnya kawanan spesialis pencuri diesel traktor tersebut bermula adanya laporan korban yang lebih dari dua orang. Sedangkan terakhir pencurian terjadi di wilayah Kecamatan Karangdadap. Tepatnya Senin (2/12/2020) sekira pukul 16.30 Wib. Semula selesai membajak sawah menggunakan 1 (satu) mesin traktor Merk Kubota G-1000 BOXER RD85D125 tahun 2012 warna merah, di areal sawah ikut Dukuh Keberkahan Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, selesai membajak oleh (P) mesin traktor ditinggal disawah tersebut dengan maksud keesokan harinya oleh (K) akan di lanjutkan lagi karena penggarapan belum selesai.
Pada hari Selasa tanggal tanggal 3 November 2020 sekira pukul 05.00 Wib, korban TS (53) petani Desa Kedungkebo, Karangdadap menuju ke sawah dengan maksud akan memulai membajak menggunakan mesin traktor. Akan tetapi sesampainya di tempat mesin traktor sudah tidak ada dan tinggal rangkanya saja.

Mengetahui mesin hilang, korban kembali kerumah bergegas memberitahukan kejadian hilangnya mesin tersebut kepada pemilik, Ahmad Sodik. Kemudian mereka bersama menuju kesawah lagi berusaha untuk mencari namun tidak berhasil menemukannya.

Tak hanya itu saja, Diesel milik Sugiyono (57) warga Desa Kebonsari, Karangdadap juga hilang saat ditinggal diarea persawahan.

Atas kejadian tersebut masing-masing mengalami kerugian mencapai Rp 28 juta. Kemudian para korban melaporkan ke Polres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Darno melalui Kadubbag Humas AKP Akrom menegaskan adanya laporan para korban anggota langsung melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, Kamis (3/12/2020) sekira pukul 11.00 wib. Tim Resmob Satreskrim Polres Pekalongan bersama Unit Reskrim jajaran Polsek Kesesi , Polsek Kajen , Polsek Kedungwuni , Polsek Karangdadap , Polsek Sragi berhasil melakukan penangkapan terhadap SRP alias Surip (53).

“Setelah dilakukan introgasi Surip mengakui telah mengambil beberapa mesin diesel traktor milik petani di wilayah hukum Kabuapaten Pekalongan. Saat penangkapan tersangka berada dirumah teman berada di Desa Sleman Kecamatan Jatibarang, Indramayu berikut barang bukti, ” tegasnya.

Selajutnya dari keterangan Surip, lanjut Kadubbag Humas, ternyata dia memberi fasilitas Mobil yang menjualkan mesin diesel traktor EM. Kemudian tim melakukan penangkapan di Gang Desa Majasuka sekira pukul 21.00 wib.

Dari pengembangan anggota berhasil mengamankan sebanyak enam pelaku. Kemudian ada lima orang ditetapkan sebagai DPO. Untuk barang bukti yang diamankan tiga Kunci roda, 10 buah kunci pas, 2 buah gergaji besi, tang dan uang tunai Rp. 40.000.
“Kemudian untuk sarana berupa Unit Avanza warna hitam Nopol D 1565 NK, Handphone, ” lanjutnya.

Sementara pengakuan dari hasil pengembangan perkara tersangka melakukan tindak pidana mengambil mesin diesel di Karangdadap, Kedungwuni, Kajen, Kesesi, Sragi dan Wilayah Kabupateb Pemalang.

“Para tersangka kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ” tandasnya.(Yon)