Bencana Alam Intai Kota Santri

by
TEBING LONGSOR: Satu rumah warga di Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebakbarang, diterjang tebing longsor.

**Pemda Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Alam
**Dua Rumah di Tembelanggunung Terdampak Longsor

KAJEN – Hujan dengan intensitas tinggi kian sering mengguyur Kota Santri. Bencana alam mengintai, baik longsor, angin, dan banjir.

Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan sudah menetapkan status siaga darurat bencana alam longsor, banjir, dan angin selama empat bulan dalam menghadapi musim penghujan 2020/2021. Status siaga darurat bencana alam ini ditetapkan sejak bulan November 2020 hingga Februari 2021. Anggaran tidak terduga sebesar Rp 5 miliar pun telah disiapkan untuk menghadapi potensi bencana alam di Kabupaten Pekalongan.
“Pemkab sudah menetapkan status siaga darurat bencana dalam menghadapi musim hujan tahun 2020/2021,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya, status siaga darurat bencana ini ditetapkan selama 4 bulan sejak bulan November 2020 sampai bulan Februari 2021. Dikatakan, kondisi geografis Kabupaten Pekalongan ada wilayah pegunungan, dataran rendah, dan pantai.

“Potensi bencana yang ada banjir, longsor, dan angin kencang. Sudah ada beberapa kejadian longsor dengan skala kecil yang menimpa rumah dan jalan. Pohon tumbang juga ada beberapa kejadian. Upaya pemkab menetapkan status siaga darurat bencana banjir, longsor, dan angin selama empat bulan sejak November, Desember, Januari, dan Februari,” terang dia.

Dikatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi, di antaranya sudah memetakan potensi peta rawan bencana, berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta relawan, dan menyiapkan logistik untuk kebencanaan.

“Secara garis besar, wilayah selatan Kabupaten Pekalongan rawan longsor. Sedangkan wilayah utara rawan banjir,” ujarnya..

Pihaknya juga menyiapkan peralatan, personil, dan logistik untuk antisipasi bencana itu terjadi. “Posko induk siaga ada di kantor BPBD. Untuk posko siaga bencana kecamatan di masing-masing kecamatan. Apabila terjadi bencana banjir besar, di kantor Kecamatan Wiradesa,” terang dia.