Penanganan Covid-19 Terhambat Lab PCR

by
KUNJUNGAN KERJA - Brigjen Pol (Purn) Oneng Subroto, selaku Liaison Officer (LO) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional saat melakukan kunjungan di Posko Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang.

**Satgas Pusat Minta Batang Dirikan Laboratorium Sendiri

BATANG – Brigjen Pol (Purn) Oneng Subroto, selaku Liaison Officer (LO) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk mendirikan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR).

Oneng menganggap sudah semestinya setiap daerah memiliki laboratorium PCR sendiri, agar lebih cepat dalam melakukan upaya tracking (pelacakan), dan tracing (penelusuran) pada pasien terpapar Covid-19.

“Nah ini kendala yang masih dihadapi Kabupaten Batang, belum adanya laboratorium PCR. Sehingga, setelah melakukan testing (pengujian) atau tes usap pada masyarakat, mereka masih harus mengirimkannya ke Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta, atau laboratorium daerah mana yang kosong,” katanya, Selasa (1/12/2020) kemarin, di Kabupaten Batang.

Hal ini pula yang menurut Oneng dapat menghambat kinerja Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Batang. Oleh karena itu, Ia mendorong Pemkab Batang agar menyisihkan anggaran untuk pendirian laboratorium PCR.

“Idealnya masyarakat bisa mengetahui hasil tes usap itu 5 jam atau maksimal satu hari lah. Nah, karena Kabupaten Batang ini belum memiliki laboratorium PCR sendiri, maka ya harus menunggu hasilnya hingga 3-5 hari lamanya. Dan selama itu, masyarakat yang dimungkinkan terpapar Covid-19, bisa bepergian bebas, dan tidak langsung melakukan isolasi,” ujarnya.