DIPA Polres Batang Turun 10,74 persen

by
PENYERAHAN - Kabag Renprogar Polda Jateng AKBP Yudy Priyono menyerahkan data anggaran DIPA Polres Batang pada Wakapolres Batang Kompol Made Ariawan Budaya. Istimewa

BATANG – Daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Polres Batang tahun 2021 mengalami penurunan sebesar Rp7.147.042.000 atau setara 10,74 persen dari tahun sebelumnya.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Pemantauan dan Pendampingan Sosialisasi Alokasi Anggaran T.A. 2021 Satker Polres Batang oleh Karorena Polda Jateng yang diwakili Kabag Ren Progar Rorena Polda Jateng, AKBP Yudy Priyono di Mako Polres Batang, Selasa (1/12/2020).

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka yang diwakili Wakapolres Batang Kompol Made Ariawan Budaya mengungkapkan, bahwa DIPA Polres Batang pada tahun 2021 sebesar Rp59.381.230.000.

“Jika dibandingkan tahun 2020 memang mengalami penurunan 10,74 persen. Di mana DIPA tahun 2020 sebesar Rp66.528.272.000,” ungkap Kompol Made Ariawan Budaya.

Ia mengatakan, bahwa anggaran yang bersumber dari APBN tersebut, terdiri belanja pegawai sebesar Rp40.284.749.000 dan belanja barang sebesar Rp19.096.481.000.

“Selain itu, pada tahun anggaran 2021 ini, Polres Batang tidak mendapatkan anggaran untuk belanja modal, seperti tahun sebelumnya,” bebernya.

Kendati demikian, Ia berharap, anggaran dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya dan dipergunakan untuk mendukung kegiatan operasional Polri dalam melaksanakan tupoksinya.

Ditegaskan juga olehnya, pencairan dan pertanggungjawaban keuangan harus sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.

“Gunakan anggaran dengan benar, patut dan tepat. Pastikan bahwa setiap uang rakyat dapat dipertanggung jawabkan. Jangan terjadi pemborosan, penyimpangan, dan penyalahgunaan,” tegasnya.

Menurutnya, bahwa anggaran yang diterima cukup besar, maka pihaknya berharap agar anggota harus bisa mengatur dalam sisi perencanaan dan penganggaran, sehingga output dan outcame dapat tercapai.

“Saya ingatkan, bahwa anggaran yang tercantum dalam DIPA adalah dana Satker, dan bukan dana Kasatker, maupun bukan dana para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek. Di mana penggunaannya adalah untuk mendukung kegiatan operasional Polri dalam melaksanakan tupoksinya,” ucapnya.

Setelah diterimanya DIPA 2021 oleh para Kasatker, lanjut dia, seluruh anggaran yang ada pada DIPA serta kekurangannya menjadi kewenangan dan tanggung jawab Kasatker.

“Pastikan bahwa setiap uang rakyat dapat dipertanggungjawabkan, dan jangan terjadi pemborosan penyimpangan dan penyalahgunaan,” tukasnya.

Kabag Renprogar Polda Jateng AKBP Yudy Priyono menjelaskan, sosialisasi anggaran bukan sebatas acara seremonial, namun sebagai komitmen bersama dalam transparansi anggaran serta kesanggupan untuk patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

“Yakni melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi. Program-program yang telah direncanakan diharapkan dapat dilaksanakan dengan profesional, proporsional, transparan dan akuntabel,” tandasnya. (fel)