Wali Kota: Sekolah Tatap Muka Belum Dibuka

by
Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz.

*14 Santri Terkonfirmasi Positif Covid-19

KOTA – Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz menyatakan, kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah belum akan dibuka dalam waktu dekat. Hal itu mengacu pada perkembangan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan yang belum mereda. “Belum ada rencana itu (KBM tatap muka di sekolah). Karena melihat kondisi daerahnya belum memungkinkan untuk membuka,” tuturnya saat ditemui usai membuka kegiatan FGD) Optimalisasi Pajak Daerah, Kamis (26/11/2020).

Apalagi diungkapkan Wali Kota ada kasus baru di lembaga pendidikan di mana terdapat 14 orang santri dari sebuah pondok pesantren yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. “Di pesantren, 12 santrinya positif Covid-19. Ditambah lagi dua hari ini,” katanya.

Menindaklanjuti kondisi itu, pihaknya masih berkoordinasi dengan ponpes terkait untuk langkah selanjutnya. Termasuk pilihan untuk menghentikan sementara kegiatan di ponpes tersebut. “Mereka juga meminta untuk seluruh santrinya dites swab. Kami prihatin sekali. Segera akan dilakukan, diseriusi penangananya akan seperti apa,” tambahnya.

Saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Wali Kota juga menyatakan bahwa kasus Covid-19 di Kota Pekalongan belum ada tanda-tanda berakhir. Meskipun sebelumnya status peta risiko Kota Pekalongan sudah sempat masuk zona orange, namun kini sudah kembali masuk zona merah.

“Rumah sakit juga semakin penuh, tempat karantina dan isolasi juga sudah penuh. Kemudian minggu lalu ada tiga warga yang meninggal dunia, kemarin juga ada tiga yang meninggal (karena Covid-19). Ini kita prihatin,” kata Wali Kota.