Cemburu, Suami Bunuh Istri dan Tubuhnya Diletakan di Pinggir Jalur Pantura

by
Kapolres Batang menunjukan barang bukti yang diamankan dari pelaku.

BATANG – Dibakar rasa cemburu, Dedi Kurniawan alias Congli (25) warga Desa Kemiri Timur, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, tega menghabisi istrinya sendiri, Rena Yulianingsih (22) warga Keborangan, Kecamatan Subah. Bahkan untuk menghilangkan jejak, pelaku tega meletakan jenazah istrinya di pinggir jalur Pantura, untuk mengesankan korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, pelaku dan korban telah bercerai secara hukum agama, namun masih dalam proses sidang cerai di pengadilan agama. Namun pelaku masih memendam rasa cinta, sehingga dia merasa cemburu saat mengetahui Rena berbalas pesan dengan pria lain.

“Pelaku yang merasa cemburu kemudian menyuruh temannya untuk menjemput korban dan membawanya ke rumah kos di Desa Tlogowungu, Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih pada Sabtu (21/11/2020). Di tempat itulah, pelaku dibantu temannya menganiaya korban hingga meninggal,” ungkap Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Santoso, Jumat (27/11/2020).

Menurut Kapolres, dua pelaku sendiri pada Sabtu (21/11/2020) sekira pukul 06.00 wib sempat mendatangi Polsek Limpung untuk melaporkan adanya kecelakaan yang menyebabkan korban seorang wanita tewas. Petugas dari Polsek dan Satlantas Polres Batang yang mendapat laporan langsung meluncur ke lokasi yang dimaksud.

Namun saat melakukan olah TKP, petugas merasa curiga dengan kondisi korban dan juga keterangan salah seorang pelaku. Akhirnya tim di lapangan berkoordinasi dengan pihak Satreskrim Polres Batang.

“Dari hasil penyelidikan dan juga keterangan sejumlah saksi, akhirnya diketahui bahwa korban bukan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Namun korban meninggal akibat dianiaya, hingga akhirnya penyelidikan mengerucut pada kedua tersangka yang diduga menjadi pelaku penganiayaan hingga akhirnya korban meninggal dunia,” jelas Kapolres Batang.

Sementara itu, tersangka Congli dalam pengakuannya mengungkapkan bahwa dirinya merasa cemburu pada istrinya tersebut. Pasalnya, wanita yang berprofesi sebagai Pemandu Lagu (PL) tersebut kedapatan bernyanyi dengan pria lain.

“Saya cemburu karena dia bernyanyi dengan pria lain di tempat karaoke. Karena itulah, saya sempat emosi dan menganianya dia, hingga akhirnya meninggal,” ungkap Congli.

Dia juga mengaku jika ide meletakan jenazah istrinya di pinggir jalan berasal dari temannya, Dwi Setyo (27) warga Tegalombo, Kecamatan Tersono. Tujuanya adalah untuk menghilangkan jejak agar kematian korban disebabkan kecelakaan, bukan karena dibunuh.

“Teman saya yang ngasih ide agar jenazah di letakan di pinggir jalan, agar dianggap sebagai korban kecelakaan. Sehingga polisi tidak curiga jika dia meninggal akibat dibunuh,” tandas Dedi alias Congli. (don)