Persembahan Guru untuk Pendidikan di Masa Pandemi

by
BERI - Kepala Dindik Kota Pekalongan sedang memberikan penghargaan kepada guru-guru berprestasi dalam PJJ.

“Guru tidak boleh memaksakan anak untuk sama baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Melalui program pemerintah tentang merdeka belajar, guru tidak bisa lagi mengukur siswanya dengan indikator yang sama. Seluruh sekolah di Kota Pekalongan sudah kami tetapkan sebagai sekolah ramah anak, ini upaya kami dalam rangka penguatan pendidikan karakter. Anak tidak boleh di bunuh keberaniannya, keunikannya, dan kreativitasnya oleh situasi apapun,” ungkap Soeroso.

Sementara itu, ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi mengungkapkan peran dan jasa guru sangat luar biasa mengingat di tengah pandemi Covid-19 para guru harus siap dan terus mengembangkan kompetensinya, tidak terkecuali dengan guru honorer yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pembelajaran. Sinergi antara orang tua dan guru juga sangat penting dalam keberhasilan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ia juga mengapresiasi atas inovasi PJJ melalui media Batik Tv dan RKB yang dilakukan oleh Pemkot Pekalongan bersama dengan PGRI.

“Kondisi saat ini memaksa kita semua untuk berubah, termasuk para pendidik. Dari awal guru yang tidak siap kemudian berubah menjadi siap, begitupula orang tua. Kami optimis, untuk terus melakukan tugas sebagai guru. Awal januari kami juga akan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Saya berharap para guru, tetap semangat dan terus berjuang. Saat ini pemerintah juga telah menjanjikan satu juta guru diangkat menjadi PPPK, ini harapan kami untuk memperjuangkan kesejahteraan guru,” tutur Muhdi. (mal)