Sinergi, Perangi Rokok Ilegal

by
SAMPAIKAN - Wabup Suyono mengajak peran OPD dan masyarakat untuk gempur rokok ilegal dan memanfaatkan DBHCHT untuk mendukung kesehatan masyarakat.

BATANG – Pemkab Batang mengajak masyarakat untuk bersinergi memerangi peredaran rokok ilegal di wilayahnya. Wakil Bupati Batang, Suyono, menyebut rokok ilegal tak hanya merugikan negara, tetapi juga turut merugikan konsumen, karena bisa membahayakan kesehatan.

“Jangan sampai menjual rokok yang ilegal. Karena kalau dijual, misal tembakau expired, dan membahayakan perokok, penjual tersebut juga bisa dituntut secara hukum. Jadi kami harap terus ada edukasi sehingga mereka lebih sadar akan risiko kerugian akibat rokok ilegal,” jelas Suyono saat mengikuti sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Dewi Ratih, Kamis (19/11/2020).

Suyono menambahkan, DBHCHT merupakan salah satu tambahan sumber pendapatan daerah yang kemanfaatannya untuk tahun ini dari total anggaran yang kita terima bisa digunakan lebih dari 50% untuk penanganan aspek kesehatan. Selain untuk aspek kesehatan dari bagi hasil cukai ini juga bisa digunakan untuk pembangunan insfrastruktur, kesejahteraan peani juga jalan usaha tani.



“Harapannya dari dana bagi hasil cukai ini dapat dioptimalkan untuk penanganan aspek kesehatan masyarakat khususnya stunting dan ODF. Saya harap dinas terkait bisa memberikan edukasi para paleku usaha, jangan sampai dibubarkan usahanya namun dorong supaya bisa meningkat dengan menjual rokok yang legal dimana juga dapat meningkatkan pendapata negara,” tutupnya.

Kabag Perekonomian dan SDA, Windu Suriadji mengatakan, tujuan dari acara sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi OPD dan kecamatan yang nantinya akan menerima DBHCT tahun 2021. Sosialisasi ini akan dilaksanakan 2 kali dengan mengundang pelaku usaha UMKM, Desember mendatang.