Komunitas Pemuda Peduli Pilkada Tolak Politik SARA

by
TOLAK - Komunitas Pemuda Peduli Pilkada Kota Pekalongan melakukan kampanye penolakan politik SARA dalam Pilwalkot Kota Pekalongan tahun 2020.

KOTA – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Peduli Pilkada Kota Pekalongan, melakukan kampanye penolakan politik SARA dalam Pilkada Kota Pekalongan. Kampanye dilakukan sekaligus dalam kegiatan pembagian masker di simpang Bendo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Selasa (17/11/2020) malam. Mereka membawa sejumlah poster bertuliskan ajakan penolakan politik SARA sembari membagikan masker kepada para pengguna jalan. Mereka juga memasang beberapa spanduk dengan isi pesan yang sama di sejumlah titik strategis di Kota Pekalongan.

Koordinator Kegiatan, Aditya Husada mengatakan, gerakan tersebut didasari atas kegelisahan masyarakat termasuk pada pemuda melihat adanya unsur-unsur politik SARA selama masa kampanye Pilkada. “Kami melihat di medsos banyak sekali kampanye atau politik SARA. Ini sangat berbahaya sekali,” tuturnya.



Menurut Aditya, jika terus dibiarkan maka praktik tersebut dapat memecah belah masyarakat. Sebab dirinya bersama para pemuda juga sudah merasakan tanda-tanda perpecahan. “Di lapangan sudah mulai terjadi perpecahan dan muncul friksi yang berpotensi memunculkan permusuhan,” tambahnya.

Aditnya menyatakan bahwa mengekspresikan sikap politik maupun dukungan merupakan hak setiap warga. Namun alangkah lebih baik jika ekspresi disampaikan bermuatan positif. Seperti menawarkan visi misi maupun keunggulan masing-masing paslon tanpa adanya provokasi maupun menyisipkan pesan bermuatan SARA di dalamnya.

“Selain itu yang kami takutkan juga bahwa nanti efeknya jangka panjang. Ketika Pilkada sudah selesai, friksi yang terbentuk karena praktik politik SARA ini akan terus bertahan. Dampaknya masyarakat di bawah akan terpecah dan saling bermusuhan,” ujarnya.