Pandemi, Kredit Rp7,5T Ditinjau

by
Kepala Kantor OJK Tegal, Ludy Arlianto

**Milik 180 Pengusaha di eks Karesidenan Pekalongan

BATANG – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal menyebutkan bahwa sampai dengan saat ini sudah ada 180 ribu pelaku usaha di wilayah se eks Karesidenan Pekalongan yang mendapatkan restrukturisasi atau peninjauan ulang kredit pada perbankan karena terdampak pandemi Covid-19.

“Jadi ada 200 ribuan pelaku usaha (debitur) yang mengajukan restrukturisasi ke perbankan. Namun dari jumlah itu, ada sekitar 87 persen atau 180 an ribu yang sudah disetujui restrukturisasinya oleh perbankan, dengan nilai plafon kredit sekitar Rp 7,5 triliun,” ungkap Kepala Kantor OJK Tegal, Ludy Arlianto, saat kunjungan kerja di Kabupaten Batang, Rabu (18/11/2020).



Ia mengatakan bahwa restrukturisasi itu sudah diatur dalam Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

“Puncak restrukturisasi para pelaku usaha itu terjadi di bulan April-Mei 2020, namun setelah itu turun. Adapun, karena pandemi Covid-19 ini belum usai, maka jangka waktu restrukturisasi yang sebelumnya ditetapkan pada akhir Maret 2021, akan diperpanjang kembali,” jelasnya.

Akan tetapi, kata dia, perpanjangan waktu pemberian restrukturisasi itu bergantung pada asesmen individual dari masing masing bank. “Jadi, bank boleh memperpanjang lagi, atau bank tidak mau memperpanjang lagi itu keputusan ada pada individu perbankan itu sendiri,” katanya.