Malioboro Jadi Kawasan Tanpa Rokok, Banyak Pengunjung Belum Mengetahui

by
SEBATANG DULU: Warga memanfaatkan area khusus merokok yang tersedia di kawasan Malioboro. (SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)

Kawasan Malioboro ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejak Kamis (12/11) lalu, namun masih ditemukan sejumlah pengunjung yang bebas merokok dengan santai. Seperti yang terjadi di depan gedung Dewan DPRD DIJ dan area Pasar Beringharjo. Seperti salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku belum mengetahui adanya larangan merokok di Malioboro.

“Saya belum tau mas ada larangan merokok disini, tapi kalau memang dilarang ya tidak apa-apa,” katanya, di depan gedung Dewan DPRD DIJ, Selasa (17/11).

Walaupun demikian, pengunjung tersebut berjanji akan mematuhi peraturan dan tidak akan merokok kembali di area Malioboro.



Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto mengakui masih banyak pengunjung yang belum mengetahui kebijakan larangan merokok tersebut.

“Ya memang masih ada yang belum mengikuti dan kami akan terus mengedukasi kepada pengunjung agar dapat menjalani dan patuh akan kebijakan itu,” ujarnya.

Dia mengatakan sosialisasi akan terus dilakukan mengingat pengunjung Malioboro silih berganti. Baik sosialisasi melalui teguran langsung maupun dengan pengeras suara.

Menurut Ekwanto, kebiasan merokok sudah menjadi kebiasaan di masyarakat dan sangat sulit untuk menghentikannya. Namun dia optimistis secara perlahan pasti akan ada perubahan.

“Kami telah siapkan emapt titik kawasan tempat rokok (KTM), jadi ya boleh merokok disana walupun tempatnya sempit. Ya ini bagian dari cara kami untuk membuat Malioboro benar-benar bebas asap rokok,” ungkapnya.

KTM yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu Abu Bakar Ali , Utara Malioboro Mal, Utara Ramayana Mal dan di lantai tiga Pasar Beringharjo. (sky/tif/radarjogja)