Innalilahi, Tiga Guru Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

by
Sekretaris III Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei. (Heru Suyitno/Antara)

Tiga orang guru di Kabupaten Temanggung, selama November, meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Sekretaris III Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan, dari 51 orang meninggal akibat terpapar Covid-19 di Temanggung, tiga di antaranya merupakan tenaga pendidik atau guru.

Dia menyampaikan, guru yang meninggal tersebut bukan terpapar dari klaster sekolah. Mereka juga berbeda tempat mengajar. Satu di antaranya terpapar Covid-19 setelah ikut pemulasaraan jenazah yang ternyata terkonfirmasi Covid-19.

Dwi yang juga kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung menyebutkan, akumulasi kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung sebanyak 1.089 kasus. Sebanyak 808 orang di antaranya sembuh, terkonfirmasi positif (aktif) saat ini 230 orang, dan 51 orang meninggal.



”Dari jumlah terkonfirmasi positif 230 orang tersebut, 71 orang dirawat di rumah sakit dan 159 orang melakukan isolasi mandiri karena tanpa gejala,” kata Dwi seperti dilansir dari Antara di Temanggung pada Selasa (17/11).

Di tempat terpisah, Bupati Temanggung M. Al Khadziq menyampaikan, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 akhir-akhir ini meningkat drastis. Namun, Kabupaten Temanggung saat ini masih berada di zona oranye. Rumah sakit juga masih mampu menampung pasien Covid-19.

Menurut dia, kebanyakan pasien yang terkonfirmasi positif tersebut tanpa gejala. Sehingga, mereka dapat melaksanakan karantina mandiri di rumah masing-masing.

”Karena kita masih zona oranye, dunia pendidikan belum diizinkan dibuka sesuai Peraturan Menkes. Sehingga, yang kita lakukan adalah baru simulasi-simulasi pembelajaran tatap muka dengan adaptasi kebiasaan baru,” kata M. Al Khadziq.

Dia menambahkan, simulasi pembelajaran tatap muka dilaksanakan di semua kecamatan dan semua tingkat pendidikan, baik PAUD/TK, SD, maupun SMP. (antara)