Suami Istri Pengungsi Gunung Merapi Disediakan Bilik Asmara

by
Seorang petugas tengah menempelkan kertas putih bertuliskan "BILIK ASMARA", lokasinya di pengungsian Gunung Merapi atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: YouTube/ngopibareng)

Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyediakan dua bilik asmara bagi pengungsi Gunung Merapi.

Bilik dengan ukuran 4 x 6 meter dengan dinding triplek itu dibuat untuk memberi kenyamanan khusus untuk pasangan suami istri.

Bilik asmara dilengkapi kasur, bantal dan kamar mandi. Pengadaan bilik asmara merupakan standar tempat pengungsian. Bagi para pengungsi yang akan menggunakan kamar ini harus menunjukan KTP asli dan surat nikah.



Meski sudah disediakan, bilik asmara ini masih belum dipergunakan. Hal ini karena pengungsi masih sekitar lima persen dari jumlah warga. Sebagian besar adalah kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil dan menyusui serta lansia.

Selain bilik asmara, tempat pengungsian juga menyediakan ruang menyusui, kamar mandi yang berjumlah lebih dari 12 buah, bilik untuk tinggal pengungsi. Ada posko kesehatan, keamanan dan dapur umum yang senantiasa melayani kebutuhan pengungsi. (ngopibareng)