Wali Kota Usulkan UMK 2021 Sebesar Rp 2.139.754

by

*Naik Rp 67.754 dari UMK 2020

KOTA – Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz, telah menetapkan usulan Upah Minium Kota (UMK) tahun 2021 sebesar Rp 2.139.754. usulan tersebut sudah disampaikan ke Gubernur Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). “UMK Kota Pekalongan hari ini diusulkan kepada Pak Gubernur. Saya berpegangan pada PP Nomor 78 Tahun 2015,” ungkap Wali Kota yang ditemui usai peresmian Kantor UKK Imigrasi, Senin (16/11/2020).

Jika menggunakan formula perhitungan dalam PP 78 Tahun 2015, maka perhitunganya adalah UMK berjalan sebesar Rp 2.072.000 ditambah inflasi nasional sebesar 1,24% dan angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,85%. Sehingga jika dijumlahkan, UMK tahun 2021 yang diusulkan sebesar Rp 2.139.754, mengalami kenaikan sebesar Rp 67.754 atau 3,27%.



Wali Kota menambahkan, keputusan menaikan UMK juga didasari atas kebijakan yang diambil seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang juga mengambil keputusan yang sama. “Jadi saya lihat semua kota di Jawa Tengah dinaikan semuanya. Walaupun ini masih ada pertentangan dari Apindo karena mereka menginginkan masih tetap utuh sesuai dengan SE Menteri,” katanya.

Namun Wali Kota menyatakan, pihaknya akan bertemu dengan Apindo untuk menyelesaikan yang masih menjadi penolakan. Karena menurutnya, angka kenaikan UMK tidak begitu signifikan hanya berkisar 3%. “Kami inginkan ada satu kesadaran dari Apindo. Naiknya tidak begitu banyak, sekitar 3%. Kecil,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam sidang kedua Dewan Pengupahan Kota Pekalongan ada tiga angka yang muncul. Masing-masing yakni angka yang diusulkan unsur serikat pekerja dari SPN dan RTMM SPSI Kota Pekalongan yang mempertahankan angka usulan saat sidang pertama sebesar sebesar Rp 2.139.754. Angka yang sama juga diusulkan oleh unsur pemerintah.