Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Dukung Pemberdayaan Pelatihan Marketing Online Agar Muncul Wirausaha Baru yang Mandiri

by

BOJONG – Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan marketing online di Bojong, Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Qorina bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan tujuan untuk menciptakan wirausaha baru melalui pemberdayaan tenaga kerja mandiri, Jumat (13/11/2020).

Ketua Yayasan Qorina, Titi Nur Khasanah mengatakan bahwa akibat banyaknya pelaku usaha yang terdampak COVID-19 sehingga omsetnya turun drastis. Melalui pelatihan marketing online ini Tuti mengajak para pelaku usaha agar bisa bangkit kembali.

“Sebenarnya jika kita bisa memasarkan secara online atau digital maka tidak terlalu terdampak, dibuktikan dengan adanya pelaku usaha yang masih eksis ditengah pandemi dan kebanyakan yang sudah menjalankan marketing online,” jelasnya.

Titi mengajak agar pelaku usaha yang begitu paham tentang marketing online agar bisa belajar bersama agar bisa meningkatkan omset. “Sebenarnya banyak marketplace yang sudah ada tinggal kita memanfaatkannya saja, pelatihan ini merupakan bekal untuk memulai memasarkan produknya secara online,” tukasnya.



Setelah melakukan pelatihan marketing digital ini diharapkan agar pelaku usaha bisa mulai menjalankan bisnisnya secara online. “Harus action, jangan hanya setelah mendapatkan ilmu dari pelatihan ini tetapi tidak digunakan dengan sebaik-baiknya,” pintanya.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Fraksi PKB, Abdul Adhim juga selaku Pembina Yayasan Qorina sangat mendukung dengan program pemberdayaan pelatihan marketing online yang diselenggarakan oleh Yayasan Qorina.

Adhim mengatakan bahwa sekarang jual beli itu sudah menggunakan marketplace, bukan hanya sekedar menjual produknya kepada tetangga sekitar saja. “Sekarang itu jualan bisa kemana saja, ke seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri, makanya harus bisa mengambil kesempatan itu,” ujarnya.

Di Pekalongan ini banyak yang para pelaku usaha yang sudah berjalan, tetapi hanya fokus kepada produksinya sehingga belum memaksimalkan marketingnya.

“Semoga dengan pelatihan ini bisa menjadi jawaban kepada para pelaku usaha agar selain bisa memproduksi juga harus bisa memasarkan sendiri, atau bisa dibantu oleh teman dengan sistem reseller sehingga usahanya bisa berkembang lagi,” harapnya.

Selain memberikan dukungan kepada para peserta dan juga panitia, Adhim juga berharap agar tujuan untuk menciptakan wirausaha baru terutama di dunia online sehingga Pekalongan bisa menjadi kota yang maju serta meningkatkan ekonominya juga untuk mengurangi pengangguran yang semakin hari semakin bertambah.