Penyertaan Modal Perumda Aneka Usaha Diplot Rp 1,1 M

by
Nur Untung Slamet, Wakil Ketua DPRD

*DPRD Berikan Dukungan

BATANG – Meski masih berurusan dengan Aparat Penegak Huku (APH), upaya penyertaan modal terhadap Perumda Aneka Usaha ternyata didukung DPRD Batang. Adapun nilainya mencapai Rp 1,1 miliar.

Hal itu sejalan dengan akan dilakukannya pembahasan terhadap Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal kepada BUMD dan Raperda Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perlindungan, Pembinaan Pasar Rakyat dan Penataan Toko Swalayan di Kabupaten Batang.

“Seluruh fraksi di DPRD Batang sepakat untuk tetap melakukan pembahasan terhadap dua Raperda tambahan itu. Adapun dua Raperda itu akan dibahas dalam satu Pansus,” ujar Wakil DPRD Batang, Nur Untung Slamet, saat ditemui belum lama ini.

Meski sempat memicu pro dan kontra, namun penyertaan modal disebut Untung tidak memiliki korelasi dengan permasalahan hukumnya. Terlebih, penyertaan modal dirasa penting, karena perusahaan yang masuk dalam jajaran konsorsium pembangunan KIT Batang ini akan mendapatkan saham sebanyak 10 persen. “ Nah, kalau perusahaan ini tidak diberikan penyertaan modal, dia mau bekerja bagaimana, sedangkan KIT itu sudah di depan mata,” terangnya.

Dijelaskan dia, bahwa penerbitan Perda Penambahan Penyertaan Modal kepada BUMD itu nantinya akan menjadi payung hukum bagi sejumlah perusahaan berplat merah di Kabupaten Batang.

“Penyertaan modal itu nantinya juga akan diperoleh sejumlah perusahaan, seperti BPD, Perumda Sendang Kamulyan, BAPERA, BKK, dan Bank Jateng. Jadi tidak hanya Perumda Aneka Usaha semata,” jelasnya. (fel)