Lagi, Pembahasan UMK Deadlock

by
PEMBAHASAN - Pembahasan UMK 2021 kembali deadlock karena masing masing pihak tetap mempertahankan keputusan.

**Perwakilan Buruh Pedoman PP 78, Apindo SE Menaker

KAJEN – Dewan pengupahan Kabupaten Pekalongan kembali menggelar pertemuan untuk membahas UMK 2021 di Aula DPM PTSP Naker, Rabu (11/11/2029). Namun masing-masing perwakilan dari pekerja dan pengusaha belum menemukan kesepakatan alias deadlock. Perwakilan pekerja bersikeras besaran UMK berpedoman PP 78 tahun 2015, sedangkan Apindo memegang Surat Edaran Menteri tenaga kerja.

Pantauan Radar, pembahasan Dewan Pengupahan dihadiri perwakilan pekerja dari FKSPN, SPSI dan DPC SPN. Sementara perwakilan Apindo bagian perekonomian, statistik, akademisi. Dalam pembahasan yang berlangsung selama beberapa jam terlihat alot. Kedua perwakilan ngotot pada pedoman masing-masing. Bahkan untuk memastikan agar ada keputusan, sempat terjadi pembahasan ‘setengah kamar’. Namun tetap saja tidak ada titik temu.



Seperti disampaikan perwakilan pengusaha dari Apindo Rustam Aji. Ia menawarkan kenaikan UMK berdasarkan inflasi, yakni sebesar 1,42 persen. Namun hal itu ditolak serikat pekerja.

Rustam Aji menjelaskan, pihaknya sebenarnya mencoba mengakomodasi usulan serikat pekerja yang menuntut kenaikan UMK. Namun kondisi pandemi covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir membuat pihaknya terpaksa tak bisa menerima usulan serikat pekerja.

“Pertemuan sebelumnya mereka meminta UMK yang penting naik. Kami sudah tawarkan sesuai inflasi. Tapi mereka tetap ingin sesuai PP nomor 78 tahun 2015. Kami belum bisa jika begitu,” terangnya.