Innalilahi, Kakek Asal Ini Meninggal saat Jemput Habib Rizieq

by
Seorang kakek ditemukan meninggal dunia di antara massa penjemput Habib Rizieq Shihab di lampu merah Slipi, Palmerah, Jakarta Pusat. Pojoksatu

Prosesi kepulangan dan penjemputan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia ‘memakan’ korban.

Pasalnya, seorang kakek yang diketahui asal Bogor tiba-tiba meninggal dunia di tengah kerumunan.

Kakek tersebut ditemukan sudah tak bernyawa di sekitar lampu merah Slipi, Palmerah, Jakarta Pusat.

Pria yang diketahui bernama Sotong itu diduga meninggal saat menunggu kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Dalam video yang diterima PojokSatu.id, terlihat kakek tersebut sudah terbaring di atas aspal.

Tubuhnya ditutupi kain bertuliskan kalimat tauhid dan koran.

Terlihat sejumlah simpatisan lainnya ikut berkerumun yang selajutnya mengangkat jenazah kakek tersebut ke tempat teduh.

Dikonfirmasi, Kanit Polsek Palmerah AKP Hariyanto membenarkan kejadian dalam video tersebut.

Saat ini, pihaknya tengah menyelidiki penyebab kematian kakek asal Bogor tersebut..

“Kita masih dalami penyebabnya meninggal dunia,” kata Hariyanto saat dihubungi, Selasa (10/11/2020).

Kakek yang disebut-sebut bekerja sebagai pedagang ikan itu ikut berdesak-desakan dengan massa lainnya.

Tiba-tiba sang kakek sesak nafas kemudian terjatuh.



Massa yang melihat sang kakek terjatuh langsung melakukan pertolongan.

Sempat dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis di lokasi. Namun, nyawa korban tak bisa tertolong.

“Medis sempat memberikan bantuan oksigen, ” ungkapnya.

Selanjutnya, jenazah korban dilarikan ke rumah sakit di kawasan Palmerah.

Habib Rizieq sendiri tiba di Bandara Soekarno-Hatta sesuai jadwal.

Tampak anak dan istrinya yang mengenakan gamis hitam berada di belakangnya dengan sejumlah orang lainnya yang turut mendampingi.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu memakai jubah putih-putih sebagaimana ciri khasnya selama ini.

Terlihat, HRS melewati eskalator dengan sebuah koper warna hijau yang dibawanya sendiri.

Sementara, ribuan pendukung dan simpatisannya sudah memenuhi area Terminal 3 Bandara Soetta.

Bahkan, mereka juga sudah membuat barikade untuk memberikan jalan kepada Habib Rizieq.

Para penjemput beramai-ramai langsung menghampiri sang habib.

Barikade jalan yang dibuat bahkan dijebol para loyalis untuk bisa bersalaman dan menatap wajah HRS dari dekat.

Bahkan, Habib Rizieq sampai membutuhkan waktu sekitar satu jam agar bisa menaiki mobil Mitsubishi Pajero Putih nopol B 1 FPI yang sudah menunggunya.

Iring-iringan kendaraan tersebut pun terpaksa berjalan dengan cukup pelan.

Itu lantaran saking penuh sesaknya massa penjemputnya di bandara.

Dari atas mobil, Habib Rizieq sempat menyapa dan melambaikan tangan kepada para penjemputnya.

Dengan sebuah megaphone, Habib Rizieq terlihat sedikit berbicara.

Akan tetapi, suaranya tak terdengar jelas kalah dengan teriakan takbir yang digemakan para penjemputnya. (Pojoksatu)