Tren Kasus ODGJ Meningkat Setiap Tahun

by
Kasi P2PTM Dinkes Batang, Joko Prasetijo

*Per September 2020 Sudah Tembus 1.666

BATANG – Angka kasus Orang Dengan Ganggungan Jiwa (ODGJ) di Batang per September ini mulai menyentuh 1.666 kasus. Temuan data Dinkes Batang ini bahkan hampir sesuai dengan estimasi angka kasus ODGJ yang merupakan hasil riset di tahun 2018 sebanyak 1.813 kasus. Oleh karenanya, Dinkes berharap setidaknya Batang memiliki bangsal jiwa di rumah sakit daerah atau paling tidak psikiater.

“Jadi setiap tahunnya angka kasus ODGJ di Batang mengalami peningkatan. Bahkan untuk total hingga di tahun 2020 ini sudah mencapai 1.666 kasus. Di mana sudah mendekati angka hasil estimasi riset kesehatan dasar tahun 2018, sebanyak 1.813 kasus,” jelas Kasi P2PTM Batang, Joko Prasetijo.



Dengan jumlah kasus yang kian meningkat ini, ia berharap Pemkab Batang segera ambil tindakan. Pasalnya penanganan kasus ODGJ ini merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

“Kalau sesuai dengan standar kesehatan nasional, harusnya Pemkab Batang sudah menyediakan setidaknya satu rumah sakit yang menyediakan bangsal jiwa. Kalaupun misalnya tidak ada, setidaknya ada psikiater yang bisa dijadikan dokter untuk konseling para pasien dan memantau pasien ODGJ yang ada di Batang, ” jelasnya.

Pihaknya pun beberapa waktu lalu sudah menyampaikan permasalahan ini kepada Bapelitbang Batang. Harapannya, permasalahan ini bisa segera dicari jalan keluarnya. Pasalnya hingga kini banyak pasien ODGJ yang belum tercover BPJS Kesehatan dan hanya bisa mendapatkan tunjangan dari bantuan Kartu Batang Sehat (KBS). Sementara KBS sendiri belum bekerja sama dengan rumah sakit di luar Batang yang memiliki bangsal jiwa.

“Jadi saat ini untuk KBS belum bisa menjangkau rumah sakit di luar Batang. Dan kebanyakan penderita ODGJ di Batang belum tercover bantuan kesehatan. Saat ini kami dari Dinkes hanya bisa memfasilitasi pengecekan rutin dari Puskesmas saja. Dan jika memang harus dirujuk ke luar Batang, maka biasanya menggunakan biaya pribadi atau menunggu dulu, sampai administrasi bantuan BPJS Kesehatannya rampung dan bisa digunakan,” pungkasnya. (nov)