Warga Ketahuan Pelihara Dua Ekor Buaya

by
BUAYA MUARA – Aktivis melihat dua buaya muara yang dilindungi dipelihara oleh warga di Dukuh Grejo, Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Minggu (8/11/2020).

**Aktivis Gerebek Tempat Penyimpanan

KESESI – Meski dilarang berdasarkan Undang Undang, seorang warga Dukuh Grejo, Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, nekad memelihara dua buaya yang diduga jenis muara dan disimpan di sebuah kolam dekat rumahnya. Beberapa aktivis yang mendengar hal itu mendatangi rumah yang dijadikan tempat penyimpanan, Minggu (8/11/2020).

Pantauan Radar, para aktivis tersebut mendatangi rumah Edi Sediyarto yang berlokasi di Dukuh Grejo RT 17 RW 5 Desa Krandon, Kecamatan Kesesi. Untuk sampai ke rumah yang dijadikan tempat memelihara dua buaya muara, para aktivis menaiki tiga mobil.

Begitu sampai di rumah yang menjadi tempat memelihara dua buaya muara, mereka mendatangi pemilik rumah, dan menanyakan tempat untuk memelihara dua buaya yang dilindungi tersebut. Saat itu, para aktivis diterima oleh Suci, istri Edi. Dia menunjukkan sebuah bangunan berukuran 4 X 1,5 meter. Di atas bangunan terdapat pagar besi dan dililit oleh garis polisi. Bangunan tersebut diskat menjadi dua kotak yang berisi dua buaya muara. Kabarnya, polisi pernah memeriksa terkait mempelihara dua buaya muara yang dilindungi.

Suci, istri Edi, mengaku buaya tersebut bukan miliknya. Suaminya hanya mendapat warisan dari almarhum Samukri. “Sebenarnya saya sendiri juga takut dengan buaya itu, tapi karena pemiliknya sudah meninggal ya suami saya yang member makan,” katanya seraya menjelaskan makanan untuk dua buaya ayam atau daging.

**Melanggar UU

Sementara itu, salah satu aktivis, Islah, menegaskan bahwa apapun alasannya memelihara binatang yang dilindungi menyalahi aturan. Seperti yang dilakukan salah satu warga di di Dukuh Grejo RT 17 RW 5 Desa Krandon, Kecamatan Kesesi yang memelihara dua buaya muara. “Apapun alasannya, tindakan memelihara binatang yang dilindungi menyalahi aturan,” tegasnya.