Kabar Gembira! BLT Gaji Tahap 2 Cair Awal November 2020, Begini Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

by

Kementerian Ketenagakerjaan bakal segera menyalurkan BLT subsidi gaji tahap 2 di minggu pertama November 2020. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah memastikan jadwal pencairan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) tersebut.

“Penyaluran termin kedua (BLT BPJS Ketenagakerjaan) akan ditargetkan minggu pertama November 2020,” kata Ida seperti dikutip dalam akun YouTube BNPB Indonesia, Kamis (5/11).

Para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta akan menerima bantuan senilai Rp600 ribu per bulan tersebut. Bantuan akan disalurkan selama 4 bulan ke depan senilai total Rp2,4 juta yang ditransfer dalam dua tahap masing-masing sebanyak Rp1,2 juta ke rekening terdaftar pekerja.

Pemerintah telah menyalurkan bantuan tahap pertama subsidi gaji dalam beberapa gelombang sejak akhir Agustus 2020 lalu. Rencananya, BLT tahap 2 akan mulai disalurkan pada awal November ini.

Adapun anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk bantuan BLT gaji sebesar Rp37,74 triliun terhadap 15,72 juta pekerja. BLT ini merupakan bantuan guna meningkatkan daya beli pekerja.

Sementara bantuan untuk pekerja korban PHK disalurkan melalui program Kartu Prakerja.

Namun, ada 6 persyaratan yang mesti dipenuhi pekerja untuk menerima bantuan tersebut sesuai Permenaker Nomor 14 Tahun 2020.

Antara lain yaitu Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.

Kemudian peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Lalu, pekerja/buruh penerima upah, memiliki rekening bank yang aktif, serta terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Pekerja bisa mengecek keaktifan BPJS Ketenagakerjaan melalui sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. Melalui laman itu, pekerja dapat mengecek status keaktifan peserta, nama, NIK, hingga rekening aktif yang terdaftar. (riz/fin)