Pelajar Smantang Deklarasikan Anti Anarkisme

by
DEKLARASI - Perwakilan siswa SMAN 1 Batang saat mendeklarasikan diri sebagai pelajar cinta damai dan anti anarkisme

BATANG – UU Omnibus Law Cipta Kerja banyak menimbulkan pro kontra. Bahkan di beberapa daerah banyak kalangan mengatasnamakan pelajar ikut turun ke jalan dengan sikap yang anarkis. Miris dengan kejadian tersebut, Pelajar SMAN 1 Batang mendeklarasikan diri sebagai pelajar yang cinta damai dan anti anarkis, Senin (2/11/2020). Tak hanya perwakilan siswa, kegiatan ini juga diikuti guru dan Muspika Kecamatan Batang.

Kepala SMAN 1 Batang, Sukalim menjelaskan, pihaknya sengaja menginisiasi deklarasi ini Lantaran siswa dan sekolah sama-sama sepakat untuk melaksanakan aksi damai. Pihaknya sepakat, bahwa boleh menyuarakan pendapat baik itu pro ataupun kontra terkait kebijakan apapun. Asalkan bisa disampaikan dengan cara yang positif, cinta damai, dan tanpa anarkisme.

“Ini upaya kami untuk menyikapi demo-demo yang terjadi kemarin. Ini sebagai langkah antisipasi agar anak-anak jika ingin menyampaikan pendapat jangan hanya karena ikut-ikutan saja. Intinya kalau menyalurkan aspirasi itu boleh saja, karena sekolah tidak akan membunuh karakter siswa. Tetapi disalurkan dengan benar dan jangan dilakukan secara anarkis,” jelas Sukalim.

Pihaknya berharap, deklarasi ini bisa mengajarkan anak didik untuk bisa mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan mereka sendiri. Jangan karena ketidaktahuan, mereka justru ikut-ikutan hal-hal yang belum jelas. Terlebih jangan sampai melakukan hal-hal yang anarkis.

“Mulai dari itu munculah inisiasi deklarasi ini. Kebetulan anak-anak juga menolak tindakan anarkis, dan anak-anak sepakat untuk menggelar acara ini. Dan disaksikan oleh ibu bapak guru, dan juga Muspika Kecamatan Batang. Intinya kami harap apa yang mereka lakukan dibarengi dengan rasa tanggung jawab,” imbuhnya.