Libur Panjang, Jumlah Pengunjung Rest Area dan Objek Wisata Dibatasi

by
Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka saat mengikuti kegiatan pemantauan dan pengecekan arus mudik di Tol Brexit Brebes.

*Antisipasi Penyebaran Covid-19

*Polres Batang Optimalkan Pengamanan

BATANG – Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada masa libur panjang, jajaran Kepolisian Resor Batang akan mengoptimalkan pengamanan para pemudik di sejumlah tempat istirahat (rest area) di jalur tol Trans Jawa dan sejumlah objek wisata di wilayahnya.

Ditemui, Rabu (28/10/2020) di kantornya, Kepala Polres Batang AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, bahwa pihaknya akan menerjunkan sejumlah personel, guna melakukan pembatasan jumlah pemudik yang akan masuk ke dalam rest area guna beristirahat.

“Jika biasanya rest area dapat menampung kurang lebih 100 kendaraan lebih, maka pada masa libur panjang ini kendaraan yang dapat masuk ke lokasi kita batasi hanya 50 kendaraan saja, atau 50 persen dari hari biasanya. Sedang kendaraan lainnya oleh personil diarahkan ke rest area yang masih bisa menampung pemudik. Hal itu untuk langkah antisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.



Ia mengatakan, sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan jumlah pemudik pada masa libur panjang ini, maka Polres Batang akan menyiagakan sekitar 400 personel untuk pengamanan arus pemudik, baik di jalur tol Trans Jawa maupun jalur Pantai Utara (Pantura).

Para personel itu, kata Kapolres, akan disiagakan di beberapa tempat keramaian, seperti rest area di tol Trans Jawa, empat pos penjagaan di jalur Pantura, dan sejumlah objek wisata.

“Kita siagakan 10 personel di setiap rest area, yang akan diperbantukan oleh pihak Jasa Marga. Selain itu, baik di rest area maupun objek wisata akan disediakan tempat mencuci tangan dan sabun, kemudian bagi pengunjung juga harus memakai masker dan jaga jarak, artinya kita akan terapkan protokol kesehatan secara ketat,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, bahwa pihaknya tidak menginginkan terjadinya klaster baru usai adanya libur panjang, yang ditimbulkan oleh para warga pendatang (pemudik, red.) maupun warga lokal.

“Oleh karena, kami mengimbau pada warga agar tetap memakai masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan pada masa adaptasi kehidupan normal. Seyogyanya, warga dari luar daerah tidak datang ke Batang, demikian pula bagi warga lokal lebih baik di rumah saja. Mengingat, Batang masih menyandang status zona merah,” pungkasnya. (fel)