Bawa ‘Mayat’, Buruh Pajitex Geruduk Pemkab

by
AKSI DAMAI - Puluhan buruh PT Pajitex yang menjadi korban PHK menggelar aksi damai di depan DPM PTSP dan Naker Kabupaten Pekalongan, kemarin.

**Mediasi Tripartit II Deadlock

KAJEN – Puluhan pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Pajitex menggelar aksi damai di depan Kantor DPM PTSP dan Naker Kabupaten Pekalongan, Selasa (27/10/2020). Massa menuntut agar pihak perusahaan memiliki hati nurani untuk tidak mem-PHK mereka. Jika harus di-PHK, maka pesangon harus sesuai ketentuan.

Dalam aksi damai itu, pekerja membawa replika mayat sebagai simbol matinya hati nurani pimpinan perusahaan. Massa juga membentangkan sejumlah spanduk dan menggelar orasi bebas. Aksi berjalan tertib dengan pengamanan dari jajaran Satpol PP dan Polres Pekalongan.



Aksi buruh ini dilakukan di tengah mediasi tripartit kedua di DPM PTSP dan Naker Kabupaten Pekalongan, kemarin. Seperti mediasi tripartit pertama, mediasi tripartit kedua antara perwakilan pekerja dengan perusahaan yang dimediatori tim mediator DPM PTSP dan Naker Kabupaten Pekalongan belum ada titik temu di antara kedua belah pihak.

Sekretaris PSP SPN PT Pajitex, Amri, ditemui usai mediasi tripartit kedua, mengatakan, hasil sidang mediasi tripartit kedua masih sama dengan sebelumnya. Pihak perusahaan, lanjut dia, akan memberikan pesangon 0,75 persen dari ketentuan. Sedangkan, tuntutan para pekerja tetap sama, yakni tidak di-PHK. Jika pun terpaksa di-PHK, pesangon harus sesuai dengan ketentuan.

“Belum ada titik temu karena memang dari perusahaan tidak ada itikad untuk menyelesaikan masalah di tingkat mediasi,” kata dia.